Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama melalui penyerapan tenaga kerja. namun, peningkatan jumlah tenaga kerja berbanding lurus dengan peningkatan risiko kecelakaan kerja, yang menjadi perhatian utama industri kelapa sawit. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecelakaan kerja di pt. socfin indonesia kebun seunagan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (smk3). penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kecelakaan kerja menggunakan metode hazard identification, risk assessment, and risk control (hirarc), serta analisis pohon masalah dan pohon tujuan. data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendekatan 5 why untuk menggali akar penyebab kecelakaan kerja. hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun smk3 telah diterapkan, kecelakaan kerja masih terjadi dalam kategori risiko ekstrim, tinggi, dan menengah. penyebab utama kecelakaan meliputi penerapan prosedur yang belum optimal, ketidakpatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri (apd), kelalaian, serta beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas pekerja. rekomendasi perbaikan mencakup penambahan pelindung di area mesin yang berisiko tinggi, penerapan sistem reward dan punishment, serta penggunaan sistem digital untuk pengawasan apd. selain itu, peningkatan pemahaman pekerja terhadap prosedur kerja yang benar melalui pelatihan intensif juga disarankan untuk meminimalkan kecelakaan kerja di masa depan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN SERTIFIKASI ISO 45001 PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT (STUDI KASUS PT. SOCFIN INDONESIA KEBUN SEUNAGAN). Banda Aceh Fakultas Pertanian Teknologi Hasil Pertanian (S1),
Baca Juga : PENERAPAN PRINSIP SERTIFIKASI INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL (ISPO) PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN ACEH TAMIANG (T.M. HILAL RIZKY, 2024)
Abstract
Indonesia is the world's largest producer of palm oil, significantly contributing to the national economy, particularly through employment. However, the increase in the workforce is directly proportional to the rise in occupational accidents, which is a major concern in the palm oil industry. This study aims to analyze workplace accidents at PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan and provide recommendations for improving the occupational safety and health management system (OSHMS). The study was conducted by identifying and classifying workplace accidents using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method, along with problem tree and objective tree analyses. Data were collected through in-depth interviews using the 5 Why approach to uncover the root causes of workplace accidents. The findings reveal that although OSHMS has been implemented, workplace accidents still occur at extreme, high, and moderate risk levels. The main causes of these accidents include suboptimal procedure implementation, non-compliance with the use of personal protective equipment (PPE), negligence, and mismatched workloads relative to worker capacity. The recommended improvements include adding protective measures in high-risk machine areas, implementing a reward and punishment system, and utilizing digital systems for PPE monitoring. Furthermore, enhancing workers' understanding of correct work procedures through intensive training is also recommended to minimize future workplace accidents.