Bangunan istana maimun merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang banyak dikunjungi di kota medan. pada tahun 2003 sampai sekarang bangunan induknya berfungsi sebagai museum. dari hasil wawancara kepada pengelola bangunan dan studi dokumentasi dari beranda warisan sumatera (bws) bangunan istana maimun telah mengalami proses perbaikan yang dilakukan oleh pihak pengelola/ahli waris, namun pihak pengelola tidak meminta masukan dari ahli konservasi bangunan. penambahan dan perubahan pada bentuk dan desain bangunan mengurangi nilai penting bangunan istana maimun. kerusakan bahan pada komponen bangunan juga memengaruhi kondisi fisik pada bangunan. persiapan konservasi bgcb menurut permen pupr no.19 tahun 2021 tentang pedoman teknis penyelenggaraan bgcb yang dilestarikan terdiri dari kajian identifikasi, dokumentasi, dan usulan penanganan pelestarian. persiapan konservasi menjadi acuan untuk bangunan istana maimun layak atau tidak untuk dikonservasi. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi bangunan istana maimun dan memberikan rekomendasi penanganan konservasi sesuai permen pupr no.19 tahun 2021 tentang pedoman teknis penyelenggaraan bgcb yang dilestarikan. metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait. hasil dari penelitian ini adalah bangunan istana maimun layak untuk dikonservasi berdasarkan penelitian, identifikasi nilai penting dan identifikasi kondisi fisik sehingga bentuk, desain, dan bahan bangunan dapat dilakukan rekomendasi konservasi. oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan manfaat bagi pemerintah kota dan pemilik bangunan sehingga dapat melestarikan bangunan cagar budaya ini.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI PENANGANAN KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA ISTANA MAIMUN DI KOTA MEDAN. Banda Aceh Fakultas Teknik,2024
Baca Juga : STUDI KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI DALAM KAWASAN PENGEMBANGAN PELABUHAN BEBAS SABANG (Albina A. Rahman, 2018)
Abstract
The Maimun Palace building is one of the most visited Cultural Heritage Buildings in Medan City. From 2003 to the present, the main building functions as a museum. From the results of interviews with building managers and documentation studies from the Beranda Warisan Sumatera (BWS), the Maimun Palace building has undergone a repair process carried out by the management/heirs, but the management did not ask for input from Building Conservation Experts. Additions and changes to the shape and design of the building reduce the importance of the Maimun Palace building. Damage to materials on building components also affects the physical condition of the building. Preparation for BGCB conservation according to PUPR Ministerial Regulation No. 19 of 2021 concerning Technical Guidelines for the Implementation of BGCB which is preserved consists of identification studies, documentation, and proposed conservation handling. Conservation preparation is a reference for the Maimun Palace building to be worthy of conservation or not. This study aims to evaluate the condition of the Maimun Palace building and provide recommendations for conservation handling according to PUPR Ministerial Regulation No. 19 of 2021 concerning Technical Guidelines for the Implementation of BGCB which is preserved. The research method used is qualitative with documentation, field observation, and interviews with related parties. The results of this study are that the Maimun Palace Building is worthy of conservation based on research, identification of important values and identification of physical conditions so that the form, design, and building materials can be recommended for conservation. Therefore, this study is expected to be a reference and benefit for the city government and building owners so that they can preserve this Cultural Heritage Building.
Baca Juga : KEWENANGAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PELESTARIAN MAKAM YANG TELAH DITETAPKAN SEBAGAI CAGAR BUDAYA (Fajar Qadri, 2020)