Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Cut Wilda Marjani, TINGKAT KOMPETENSI DAN MOTIVASI PETANI URBAN FARMING DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2024

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana tingkat kompetensi dan motivasi petani urban farming yang memanfaatkan lahan pekarangnya serta mengidentifikasi tantangan dan kendala dalam pengembangan urban farming di kota banda aceh. metode pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner, data yang telah diperoleh akan diolah dan dilakukan analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. sebanyak 18 responden dipilih melalui pendekatan teknik snowball sampling. untuk mengukur tingkat kompetensi dan motivasi petani, menggunakan skala likert, dan rata-rata persentase tertinggi dari setiap indikator dihitung. penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi petani urban farming di kota banda aceh termasuk kategori sedang dengan nilai 72,2%. petani baik dalam perencanaan usahatani, pendayagunaan produksi, pemasaran, dan kemitraan, dengan perencanaan sebagai kompetensi tertinggi (84,7%). motivasi intrinsik adalah faktor pendorong terkuat (78,5%), menunjukkan bahwa dorongan dari dalam diri penting untuk kesuksesan. usahatani, termasuk urban farming di kota banda aceh, menghadapi berbagai kendala. tantangan tersebut meliputi dukungan pemerintah yang belum penuh dan ketidakstabilan harga jual. selain itu, belum maksimal keberadaan penyuluhan dan komunitas resmi bagi petani urban farming, terutama hidroponik. para petani juga menghadapi masalah seperti ketiadaan stok bahan baku lokal, serangan hama, dan kesulitan memenuhi permintaan konsumen yang tinggi.



Abstract

The aim of this research is to analyze the level of competency and motivation of Urban Farming farmers who use their yard land and identify challenges and obstacles in the development of Urban Farming in Banda Aceh City. The data collection method is carried out using a questionnaire method, the data that has been obtained will be processed and analyzed using qualitative descriptive analysis. A total of 18 respondents were selected using the snowball sampling technique approach. To measure the level of competence and motivation of farmers, a Likert scale is used, and the highest average percentage of each indicator is calculated. Research shows that the competency level of urban farming farmers in Banda Aceh City is in the medium category with a value of 72.2%. Farmers are good at farming planning, production utilization, marketing and partnerships, with planning as the highest competency (84.7%). Intrinsic motivation was the strongest motivating factor (78.5%), indicating that inner drive is important for success. Farming businesses, including Urban Farming in Banda Aceh City, face various obstacles. These challenges include incomplete government support and instability in selling prices. Apart from that, there is no official outreach or community for Urban Farming farmers, especially hydroponics. Farmers also face problems such as lack of local raw material stocks, pest attacks, and difficulty meeting high consumer demand.



    SERVICES DESK