Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Bebie Najwa Saskia, PERANCANGAN MUSEUM IPTEK DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2024

Pesatnya berkembangan iptek yang kita rasakan selama ini, ilmunya terus mengalami perkembangan yang signifikan sehingga berpengaruh besar dalam kehidupan manusia saat ini yang mau tidak mau, bisa atau tidak, manusia harus berdampingan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. namun, tidak sedikit juga masyarakat yang kurang menguasai pengetahuan terhadap iptek. sulit berkembangnya teknologi ini disebabkan oleh perspektif masyarakat yang masih kurang atau sulit memahami perkembangan iptek itu sendiri. mengingat aceh menjadi salah satu dari 10 (sepuluh) provinsi termiskin di indonesia yang dapat dikatakan tertinggal dari segi pengetahuan dan ekonomi, salah satunya akibat persaingan iptek, maka dibutuhkan sarana edukatif sebagai wahana pembelajaran bagi masyarakat aceh. berdasarkan data pengunjung museum di kota banda aceh yang meningkat setiap tahunnya yang menandakan antusias masyarakat terhadap museum sangat tinggi. maka dari itu, akan sangat efektif untuk membangun fasilitas berupa museum sebagai media informasi, publikasi, edukasi serta rekreasi bagi masyarakat aceh. untuk menarik minat masyarakat yang terbatas pengetahuannya tentang iptek, maka museum harus menampilkan objekobjek pameran dengan sangat komunikatif dan sedemikian rupa menarik untuk dipelajari. dengan mengaplikasikan tema modern futuristik pada museum iptek yang mengacu pada estetika yang mencerminkan kemajuan teknologi, inovasi dan visi masa depan untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga fungsional dan efisien.


Baca Juga : PERANCANGAN MUSEUM IPTEK DI KOTA BANDA ACEH (Bebie Najwa Saskia, 2024)


Abstract

The rapid development of science and technology (IPTEK) that we have been experiencing continues to undergo significant advancements, greatly influencing human life today. Whether willingly or not, people must coexist with science and technology. However, a considerable portion of the population still lacks adequate knowledge of science and technology. The slow progress in technology is often due to the public's limited understanding or difficulty in grasping the advancements in science and technology. Given that Aceh is one of the ten poorest provinces in Indonesia, which can be said to be lagging in terms of knowledge and economy, partly due to competition in science and technology, there is a need for educational facilities that serve as learning platforms for the people of Aceh. Based on data showing that the number of museum visitors in Banda Aceh is increasing each year, indicating a high level of public enthusiasm for museums, it would be highly effective to build a facility in the form of a museum as a medium for information, publication, education, and recreation for the people of Aceh. To attract the interest of those with limited knowledge of science and technology, the museum must present exhibits in a highly communicative and engaging manner. By applying a modern futuristic theme to the science and technology museum that reflects the aesthetics of technological advancements, innovation, and future vision, the museum aims to create an environment that is not only visually appealing but also functional and efficient.



    SERVICES DESK