Abstrak penelitian ini berjudul “preferensi mahasiswa menonton talk show (studi komparasi pada talk show indonesia lawyers club dan mata najwa)”, bertujuan untuk mengetahui preferensi maupun frekuensi mahasiswa fakultas hukum dan fisip unsyiah menonton talk show dengan membandingkan talk show indonesia lawyers club dan mata najwa. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah uses and gratifications theory yaitu teori kegunaan dan kepuasaan yang menyatakan khalayak aktif memilih media yang diinginkan berdasarkan kebutuhannya. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian gabungan (mixed methods) dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas hukum dan fisip universitas syiah kuala yang berjumlah 95 responden yang didapat melalui rumus slovin. pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara menyebarkan kuesioner dan wawancara. hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan analisis tabel tunggal dan kemudian diinterpretasikan. hasil penelitian menunjukkan bahwa talk show yang menjadi preferensi mahasiswa fakultas hukum dan fisip adalah talk show mata najwa yang ditayangkan di metro tv. responden cenderung memilih mata najwa sebagai preferensi menonton talk show karena mata najwa dinilai lebih memenuhi kebutuhan afektif seperti menarik, inspiratif dan tidak membosankan. sedangkan ilc dinilai hanya memenuhi kebutuhan kognitif, seperti memberi pengetahuan dan informasi, sehingga dinilai kurang menghibur dan agak membosankan karena hanya fokus membahas masalah yang serius. kata kunci : preferensi, talk show, komparasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PREFERENSI MAHASISWA MENONTON ACARA TALK SHOW(STUDI KOMPARASI PADA TALK SHOW INDONESIA LAWYERS CLUB DAN MATA NAJWA). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2015
Baca Juga : PENGARUH MENONTON TALK SHOW DR OZ INDONESIA DI TRANS TV TERHADAP PERILAKU HIDUP SEHAT MASYARAKAT DI GAMPONG LAMPASEH KOTA KECAMATAN KUTA RAJA BANDA ACEH (Ade Riski Ferdian, 2016)