Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
WILLIZA HAMAMI, PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP EMISI KARBON DI WILAYAH KOTA LAMA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota,2024

Indonesia saat ini sedang berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca (grk) untuk mencapai target penurunan emisi pada tahun 2030, yang dikenal sebagai nationally determined contribution (ndc). salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan inventarisasi grk dari berbagai sektor, termasuk emisi karbon berbasis lahan. wilayah kota lama banda aceh merupakan salah satu wilayah di kota banda aceh yang mengalami perubahan penggunaan lahan, terutama konversi lahan menjadi area terbangun. emisi karbon di provinsi aceh telah meningkat sebesar 108,50% dalam 10 tahun terakhir, dari 2.636,35 gigagram (gg) pada tahun 2013 menjadi 5.496,91 gg pada tahun 2023. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perubahan penggunaan lahan dan emisi karbon di wilayah kota lama banda aceh selama periode 2013–2023. penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. metode yang digunakan untuk analisis perubahan penggunaan lahan adalah supervised classification pada citra landsat 8 dan 9, analisis emisi karbon berbasis lahan melalui perhitungan stock-difference pada cadangan karbon bersumber dari 2019 refinement to the 2006 ipcc guidelines for national greenhouse gas inventories dan analisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap emisi karbon menggunakan uji korelasi spearman. hasil penelitian menunjukkan alih fungsi lahan tertinggi terdapat pada konversi lahan menjadi lahan terbangun dengan luasan 230 hektare, cadangan karbon mengalami peningkatan sebesar 3.673 ton c dan emisi yang dilepas sejumlah 4.100,24 ton c atau setara dengan 15.047,88 ton co2. hasil uji korelasi spearman menunjukkan adanya hubungan sangat kuat antara perubahan penggunaan lahan dan emisi karbon, di mana jika semakin tinggi perubahan penggunaan lahan maka emisi karbon semakin meningkat. beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam rekomendasi rencana penataan ruang di antaranya melakukan perlindungan terhadap kawasan yang memiliki fungsi sebagai penyerap karbon, peningkatan infrastruktur hijau,dan penggunaan teknologi untuk pemantauan peningkatan emisi.



Abstract

Indonesia is currently trying to reduce greenhouse gas (GHG) emissions to achieve the emission reduction target by 2030, known as Nationally Determined Contribution(NDC). One of the steps taken is to carry out a GHG inventory from various sectors, including land-based carbon emissions. The Banda Aceh Old City area is one of the areas in Banda Aceh City experiencing changes in land use, especially the conversion into built-up areas. Carbon emissions in Aceh Province have increased by 108.50% in the last 10 years, from 2,636.35 gigagrams (Gg) in 2013 to 5,496.91 Gg in 2023. This research analyzes the relationship between land use changes and carbon emissions in the Old City of Banda Aceh during 2013–2023. This research applies a quantitative approach using secondary data. Land use changes were analyzed using the Supervised Classification method on Landsat images 8 and 9. Analysis of land-based carbon emissions was obtained through Stock-difference calculations on carbon stocks sourced from the 2019 Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Meanwhile, to analyze the effect of land use changes on carbon emissions using the Spearman correlation test. The research results show that 230 hectares of land in the old city have been converted into built-up areas. Carbon stocks in the old city area increased by 3,673 tons C (19.63%) and emissions released amounted to 4,100.24tons C or the equivalent of 15,047.88 tons CO2. The results of the Spearman correlation test show that there is a very strong relationship between land use change and carbon emissions, where the higher the land use change, the more carbon emissions increase.Several things that can be considered in spatial planning plan recommendations include protecting areas that function as carbon sinks, improving green infrastructure, and using technology to monitor increased emissions.



    SERVICES DESK