Aceh, sebagai salah satu daerah di indonesia, memiliki kekayaan budaya yang meliputi berbagai seni pertunjukan tradisional seperti tari saman yang diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh unesco. seni ini mencerminkan keunikan dan nilai-nilai budaya lokal yang sangat penting untuk dilestarikan. namun, seni pertunjukan aceh saat ini menghadapi tantangan besar seperti minimnya minat dari generasi muda dan keterbatasan dukungan finansial serta fasilitas yang memadai. untuk mengatasi masalah ini dirancanglah pusat seni aceh di banda aceh yang bertujuan menyediakan fasilitas edukasi, pertunjukan, dan galeri. pusat ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk melestarikan dan mengembangkan seni aceh serta memperkenalkan kekayaan budaya aceh kepada dunia internasional. proyek ini bertujuan menyediakan fasilitas edukasi yang mendukung komunitas seni lokal, sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisional dan budaya khas aceh. dengan mengusung tema arsitektur metafora, desain bangunan ini diharapkan mampu menciptakan hubungan emosional yang kuat antara pengunjung dengan karya seni yang dipamerkan. metode pengumpulan data yang digunakan dalam perancangan ini meliputi beberapa tahapan, yaitu studi lapangan, wawancara, studi literatur, dan stdi preseden. hasil dari berbagai tahapan penelitian ini kemudian diintegrasikan ke dalam proses desain untuk menghasilkan solusi yang inovatif dan kontekstual. hasil perancangan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan seni yang aktif dan dinamis, tetapi juga berperan sebagai ikon budaya yang memperkenalkan kekayaan seni dan budaya aceh kepada dunia internasional. pusat seni aceh ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan seni dan budaya lokal, serta menjadi destinasi wisata budaya yang menarik di banda aceh. kata kunci: aceh, pusat seni, galeri seni, seni pertunjukan tradisional, pelestarian budaya, pendidikan seni, arsitektur metafora, wisata budaya, fasilitas seni, banda aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN PUSAT SENI ACEH DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Arsitektur,2024
Baca Juga : GEDUNG SENI BUDAYA GAYO DI ACEH TENGAH (AUFANISA GEMASIH, 2015)
Abstract
Aceh, as one of the regions in Indonesia, has a rich culture that includes various traditional performing arts such as Saman dance which is recognized as an intangible cultural heritage by UNESCO. This art reflects the uniqueness and values of local culture which is very important to preserve. However, Aceh's performing arts currently face major challenges such as a lack of interest from the younger generation and limited financial support and adequate facilities. To address these issues, the Aceh Arts Center in Banda Aceh was designed to provide education, performance and gallery facilities. The center is expected to be a means to preserve and develop Acehnese art and introduce Aceh's rich culture to the international community. The project aims to provide an educational facility that supports the local arts community, while maintaining Aceh's traditional values and distinctive culture. By carrying out the theme of metaphorical architecture, the building design is expected to create a strong emotional connection between visitors and the artworks on display. The data collection method used in this design includes several stages, namely field studies, interviews, literature studies, and precedent studies. The results of these various stages of research are then integrated into the design process to produce innovative and contextual solutions. The result of this design is expected not only to be an active art activity center in the city, but also to be a place for the community to enjoy the arts. Keywords: Aceh, Art Center, Art Gallery, Traditional Performing Arts, Cultural Preservation, Art Education, Metaphor Architecture, Cultural Tourism, Art Facilities, Banda Aceh.
Baca Juga : PERANCANGAN KANTOR SEWA DI BANDA ACEH (T. M. Rizki Nabillah, 2024)