Wilayah kecamatan syiah kuala memiliki permasalahan berupa perubahan tata guna lahan yang menyebabkan terjadinya perubahan infiltrasi pada berbagai tata guna lahan. akibat perubahan tersebut maka dapat menyebabkan permasalahan baru. sehubungan dengan ini maka dilakukan penelitian pada tiga gampong di kecamatan syiah kuala yaitu kopelma darusalam, tibang, dan alue naga dengan dua tutupan lahan meliputi lahan berumput dan lahan tidak berumput. memanfaatkan alat double-ring infiltrometer dengan masing-masing titik dilakukan pengukuran sebanyak tiga kali. hasil pengukuran laju infiltrasi menunjukkan bahwa lahan berumput memiliki laju infiltrasi cepat, sedangkan lahan tidak berumput memiliki laju infiltrasi lambat. metode yang digunakan dalam analisis infiltrasi yaitu metode horton dan metode kostiakov. setelah dilakukan analisis menggunakan model tersebut didapatkan hasil laju infiltrasi awal tertingi pada metode horton sebesar 14,19 mm/menit pada lahan berumput di gampong alue naga dan laju infiltrasi awal terendah sebesar 0,98 mm/menit pada lahan tidak berumput di gampong kopelma darusalam. sedangkan pada metode kostiakov didapatkan laju infiltrasi awal tertinggi sebesar 0,16 mm/menit pada lahan tidak berumput di gampong alue naga dan laju infiltrasi awal terendah sebesar 0,03 mm/menit pada lahan berumput di gampong kopelma darusalam. berdasarkan hasil uji validasi menggunakan uji nash-sutcliffe effeciency (nse) didapatkan metode terpilih yaitu metode horton. kata kunci: laju infiltrasi, metode horton, metode kostiakov, tutupan lahan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS LAJU INFILTRASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE HORTON DAN METODE KOSTIAKOV PADA RNBEBERAPA TUTUPAN LAHAN KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2024
Baca Juga : ANALISIS LAJU INFILTRASI PADA BERBAGAI TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAS KRUENG JREU (hafidhul musna, 2015)
Abstract
The Syiah Kuala sub-district area has problems in the form of land use changes that cause changes in infiltration in various land uses. As a result of these changes, it can cause new problems. In connection with this, research was conducted in three villages in Syiah Kuala District, namely Kopelma Darusalam, Tibang, and Alue Naga with two land covers including grassy land and non-grassy land. Utilizing a double-ring infiltrometer tool with each point measured three times. The infiltration rate measurement results show that grassy land has a fast infiltration rate, while non-grassy land has a slow infiltration rate. The methods used in infiltration analysis are the Horton Method and the Kostiakov Method. After the analysis using the model, the highest initial infiltration rate was obtained in the Horton Method of 14.19 mm/min on grassy land in Gampong Alue Naga and the lowest initial infiltration rate of 0.98 mm/min on grassy land in Gampong Kopelma Darusalam. While the Kostiakov Method obtained the highest initial infiltration rate of 0.16 mm/min on grassy land in Gampong Alue Naga and the lowest initial infiltration rate of 0.03 mm/min on grassy land in Gampong Kopelma Darusalam. Based on the validation test results using the NashSutcliffe Effeciency (NSE) test, the selected method is the Horton Method. Keywords: Infiltration Rate, Horton Method, Kostiakov Method, Land Cover
Baca Juga : KAJIAN LAJU INFILTRASI DENGAN TEKNIK BIOPORI DAN TANPA BIOPORI DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG (Eka Aulia, 2021)