Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Mifta Diana Fitri, PENGARUH JANGKAUAN FASILITAS KESEHATAN, KETAHANAN PANGAN, DAN SANITASI TERHADAP PREVALENSI STUNTING DI KAWASAN PERDESAAN (STUDI KASUS : KABUPATEN BENER MERIAH). Banda Aceh Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota,2024

Provinsi aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki tingkat prevalensi stunting sebesar 31,2% yang menempati posisi kelima secara nasional. salah satu kabupaten dengan prevalensi stunting yang tergolong tinggi di provinsi aceh adalah kabupaten bener meriah dengan prevalensi stunting sebesar 16,06% pada tahun 2023, angka ini tergolong tinggi karena melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan yaitu 14%. minimnya pembangunan insfrastruktur menjadi salah satu tantangan serius dalam menghadapi stunting di kawasan ini, sulitnya akses terhadap fasilitas kesehatan dan pangan, serta keterbatasan infrastruktur sanitasi, semuanya turut berkontribusi pada tingginya angka prevalensi stunting di kabupaten bener meriah. sehingga dari latar belakang di atas, penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi kondisi eksisting jangkauan fasilitas kesehatan, ketahanan pangan, sanitasi dan prevalensi stunting sehingga diketahui bagaimana aspek penataan ruang berpengaruh terhadap prevalensi stunting di kawasan perdesaan kabupaten bener meriah. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data secara sekunder yang didapat dari instansi terkait. teknik analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis statistik regresi linear berganda untuk melihat pengaruh antara variabel bebas dan terikat. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jangkauan fasilitas kesehatan secara parsial tidak berpengaruh terhadap prevalensi stunting, sementara itu, ketahanan pangan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan negatif terhadap prevalensi stunting. dan untuk sanitasi secara parsial menunjukkan pengaruh yang signifikan negatif terhadap prevalensi stunting. selanjutnya terdapat pengaruh jangkauan fasilitas kesehatan, ketahanan pangan dan sanitasi secara simultan terhadap prevalensi stunting sebesar 92% atau sangat kuat. penelitian ini selanjutnya diharapkan dapat menjadi evaluasi dan bahan masukan untuk melakukan peningkatan kualitas penataan ruang sebagai upaya dalam menekan angka stunting.



Abstract

Aceh Province is one of the provinces that has a stunting prevalence rate of 31.2%, which is in fifth place nationally. One of the districts with a relatively high prevalence of stunting in Aceh Province is Bener Meriah District with a stunting prevalence of 16.06% in 2023. This figure is considered high because it exceeds the threshold set by the Ministry of Health, namely 14%. The lack of infrastructure development is one of the serious challenges in dealing with stunting in this region, difficult access to health and food facilities, as well as limited sanitation infrastructure, all of which contribute to the high stunting rate in Bener Meriah Regency. So, from the above background, this research aims to look at the existing conditions of health facility coverage, food security, sanitation and stunting prevalence so that it is known how aspects of spatial planning influence stunting in rural areas of Bener Meriah Regency. The data collection technique used in this research is by observing secondary data obtained from related agencies. The analysis technique used is a quantitative descriptive method with multiple linear regression statistical analysis techniques to see the influence between the independent and dependent variables. The results of this study show that partial coverage of health facilities has no effect on stunting. Meanwhile, food vulnerability shows a significant negative effect on stunting. And partial sanitation shows a significant negative effect on stunting. Furthermore, there is a simultaneous influence of the reach of health facilities, food security and sanitation on stunting by 92% or very strong. It is hoped that this research can then become an evaluation and input material for improving the quality of spatial planning as an effort to reduce stunting rates.



    SERVICES DESK