Pengelolaan sampah merupakan permasalahan yang mendesak dan telah menjadi permasalahan nasional. menurut data sipsn dalam tiga tahun terakhir produksi sampah kota banda aceh terus meningkat dan jika tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik tentunya akan meningkatkan jumlah volume sampah yang masuk ke tpa. kebijakan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan pengelolaan sampah berkelanjutan karena memberikan kerangka hukum yang jelas, pengaturan tanggung jawab serta memberikan pedoman untuk tindakan yang harus diambil. pemerintah kota banda aceh telah mengeluarkan 5 (lima) kebijakan terkait pengelolaan sampah. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep integrated solid waste management (iswm) atau pengelolaan sampah terpadu dalam kebijakan persampahan di kota banda aceh. indikator yang diteliti meliputi aspek peraturan, pembiayaan, kelembagaan, teknologi dan peran pemangku kepentingan. penelitian ini merupakan penelitian mix methods dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. data dikumpulkan melalui studi literatur dan kuesioner kepada key responden kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kebijakan dan analytical hierarchy process (ahp) guna menggembangkan bobot dan menentukan prioritas. berdasarkan hasil perhitungan ahp didapatkan prioritas kriteria pengelolaan sampah tertinggi yaitu mekanisme pembiayaan dengan bobot 31,3%, prioritas kedua yaitu kelembagaan dengan bobot 27%, prioritas ketiga yaitu peran pemangku kepentingan dengan bobot 17,9% prioritas keempat yaitu teknologi dengan bobot 13,3% dan prioritas terakhir yaitu peraturan dengan bobot 10,6%. hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan persampahan kota banda aceh sudah cukup baik, dilihat dari ke-5 indikator iswm yang sudah tercantum dalam kebijakan namun dalam mengimplementasikannya yang perlu ditingkatkan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERSAMPAHAN KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN PENDEKATAN INTEGRATED SOLID WASTE MANAGEMENT. Banda Aceh ,
Baca Juga : OPTIMALISASI POLA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH KOTA SABANG MELALUI PENDEKATAN ZONASI (Harry Susethia, 2025)
Abstract
Waste management is an urgent problem and has become a national problem. According to SIPSN data in the last three years, waste production in Banda Aceh City has continued to increase and if it is not balanced with good waste management, it will certainly increase the volume of waste entering the landfill. Policy has a very important role in creating sustainable waste management because it provides a clear legal framework, regulates responsibilities and provides guidelines for actions to be taken. The Banda Aceh City Government has issued 5 policies related to waste management. This study aims to examine the application of the Integrated Solid Waste Management (ISWM) concept in waste policy in Banda Aceh City. The indicators studied include aspects of regulations, financing, institutions, technology and the role of stakeholders. This research is a mixed methods research with qualitative and quantitative approaches. Data were collected through literature studies and questionnaires to key respondents and then analyzed using policy analysis techniques and Analytical Hierarchy Process (AHP) to develop weights and determine priorities. Based on the results of AHP calculations, the highest priority of waste management criteria is obtained, namely the financing mechanism with a weight of 31.3%, the second priority is the institution with a weight of 27%, the third priority is the role of stakeholders with a weight of 17.9%, the fourth priority is technology with a weight of 13.3% and the last priority is regulations with a weight of 10.6%. The results showed that the waste management policy of Banda Aceh City was quite good, seen from the 5 ISWM indicators that were already listed in the policy but in implementing it that needed to be improved.