Siti hajar. penilaian karakteristik iahan untuk tanaman kedelai di kabupaten bireuen (di bawah bimbingan abubakar karim sebagai ketua dan sugianto sebagai anggota). penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan kelas kesesuaian lahan dengan produksi kedelai, mengevaluasi hubungan karakteristik lahan dengan produksi kedelai dan menetapkan karakteristik lchan sebagal produksi kedelai di kabupaten bireuen. penelitian ini dilaksanakan di kebun kedelai usahatani milik masyarakat di kabupaten bireuen yang berlangsung mulai november 2007 sampai februari 2008. penelitian ini menggunakan metode deskriptif. sedangkan komponen analisis tanah di laboratorium meliputi tekstur, ph (h20 dan kcl), c - organik. n - total, p - tersedia. k - total. na - dd, ca - dd, mg - dd, ai - dd, h - dd, kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa. klasifikasi kelas kesesuaian lahan kedelai ditetapkan berdasarkan kriteria yang disusun oleh deptan (1997), dan mengacu pada metode faktor pembatas fao ( 1976). dari hasil identifikasi tanah di iapangan dan analisis tanal` di laboratorium, ternyata di lokasi terdapat jenis tanahtyic dystropept, typic kandiudult. typic kandiudult, typic dystropept den typic udiflavent dengan kemiringan 0 -15 %. hasil klasifikasi kelas kesesuaian lahan di lokasi penelitian terdapat 3 kelas kesesualan lahan. yaitu ; sl (tanpa faktor pemhatas), s2 (faktor pembatas tekstur, retensi harmusdan lereng), dan s3 (faktor pembatas retensi hera). sedangkan kelas kesesuaian lahan potensial yaitu s i (sangat sesuai) dan s2 (sesuai). katakteristik lahan sebagai penentu produksi kedelai di lokasi penelitian adalah tekstur, lereng, curah hujan dan kesuburan tanah. semakin baik katakteristik lahannya maka akan semakin tinggi produksi kedelainya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENILAIAN KARAKTERISTIK LAHAN UNTUK TANAMAN KEDELAI DI KABUPATEN BIREUEN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2008
Baca Juga : ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH (Joko Widiyanto, 2025)