Semua aktivitas manusia di darat berlangsung di dalam suatu wilayah yang disebut daerah aliran sungai (das), yaitu wilayah daratan yang dibatasi oleh pemisah topografis berupa punggung bukit yang menerima air hujan dan mengalirkannya ke hilir dan bermuara ke lout. daerah aliran sungai (das) sebagai salah satu sumberdaya alam tidak terlapas dari dilema kerawanan dan kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia. pemanfaatan das untuk berbagai peruntukkan seperti untuk lahan pertanian, perkebunan. perikanan, pemukiman, irigasi dan eksploitasi hasil hampir terjadi di seluruh das di indonesia. sebagian dari pemanfaatan tersebut tidak dilaktikan secara bijaksana sehingga menimbulkan kerusakan yang ditimbulkan oleh gangguan lingkungan yang diakibatkan oleh perubahan bentang lahan karena pemanfaatan sumberdaya alam terutama hutan dan tataguna lahannya. suatu sistem das terdiri dari kardkteristik fisik dan karakteristik hidroloris. karakteristik das adalah gambaran spesifik mengenai das yang dicirikan oleh parameter - parameter saperti morphologi, morfometri, hidrologi, geologi land use, lithologi dan sosial ekonomi serta budaya masyarakat. kondisi morfometri das yang bersifat bawaan alamiah yang sulit untuk dimanipulasi oleh manusia yang meliputi luas dan bentuk das, kemiringan sungai, kemiringan rata-tata das, kelapatan drainase, dan orde sungai. maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari morfometri das terhadap debit puncak (qp) hidrograf saturn sintesis dengan menggunakan metode snyder-lexejev. penelitian ini dilaksanakan di daerah sub das krueng jreue yang memiliki luas 22.797 ha dan sub das krueng seulimeum yang memiliki luas 23.801 ha dan ke dua sub das merupakan bagian dari das krueng aceh. bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah peta topografi, peta kelerengan, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan pada sub das krueng jreue dan sub das krueng seulimeum dengan skala i :50.000. data pendukung lainnya adalah data curah hujan, dan lain-lain. karakteristik fisik mengenai sub das krueng jreue dan sub das krueng seulimeum terhadap iklim tergolong ke dalam tipe c (agak hasah). hasil penelitian menujukkan baliwa morfometri das yang meliputi; luas das, panjang sungai utama, bentuk das, lebar das, panjang maksimum das, panjang sungai utama dad outlet hingga pusat berat das, kerapatan drainase dan kemiringan sungai berpengaruh terhadap nilai debit puncak dari hidrograf satuan sintesis snyder-alexejev. teriadi perbedaan volume dan waktu teriadinya debit puncak antara sub das krueng jreue dan sub das krueng seulimeum. pada sub das kr. jreue nilai debit puncalmya adalah sebesar 6,0084 m3/detik/mm dan terjadi pada saat t ke-7 (t=7 jam), sedangkan untuk sub das kr. seulimeum nilai debit puncaknya adalah sebesar 4,5850 m3/detik/mm dan terjadi pada saat t ke-8 (t-8 jam). kerena sifat morfometri das yang tidak mengalami perubahan (cenderung tetap) dan tidak dapat dimanipulasi oleh manusia seiring berjalannya waktu. maka perlu dilakukannya pencegahan terhadap kerusakan sistem das, melalui sistem pengelolaan das secara terpadu dan terus dilakukannya pemantauan tehadap kondisi hidrologis kawasan daerah aliran sungai.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENGARUH MORFOMETRI TERHADAP DEBIT PUNCAK (QP) HIDROGRAF SATUAN SINTESIS METODE SNYDER-ALEXEJEV PADA SUB DAS KRUENG JREUE DAN SUB DAS KRUENG SEULIMEUM. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2010
Baca Juga : ANALISIS DEBIT BANJIR MENGGUNAKAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU DAN SOIL CONSERVATION SERVICE (SCS) PADA SUNGAI KRUENG KALA ACEH BESAR (TUWANKU FARHAN ABIEL, 2022)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS PARAMETER MORFOMETRI TERHADAP PERILAKU BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH DENGAN GEOHECRAS (M. Fitrah Amrullah, 2024)