Rida defriana, 0051310739. efektivitas trichoderma harzianum dan p. seudomonas fluorescens serta waktu perendaman sebagai proteksi benih kedelai terhadap perkembangan sclerotium rolfsil (dibawah bimbingan susanna sebagai ketua dan tjut chamzurni sebagai anggota). pemanfaatan agen antagonis jamur t. harzianum dan bakteri p. seudomonas. untuk melindungi benih kedelai dari serangan patogen tular tanah sclerotium rolfsil dalam waktu perendaman benih yang berbeda, telah dilakukan di laboratorium penyakit tumbuhan, jurusan hama dan penyakit tumbuhan fakultas pertanian universitas syiah kuala, kemudian dilanjutkan di lahan petani desa ajun kabupaten aceh besar. waktu pelaksanaan penelitian dimulai sejak juni hingga september 2007. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektivan t. harzianumi. dan p. seudomonas serta waktu perendaman sebagal perlindungan benih kedelai terhadap perkembangan s. rolfsil. penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. faktor pertama dengan dua jenis antagonis yaitu t. harzianum. dan p. seudomonas. sedangkan faktor kedua adalah waktu perendaman benih terdiri dari tiga level yaitu 5,10 dan 15 menit. ada 9 kombinasi perlakuan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali setiap ulangan terdiri dari 4 polibag, sehingga terdapat 108 satuan unit percobaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan agen antagonis t. harzianum. dan p. seudomonas. yang dikombinasikan dengan waktu perendaman benih yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap peubah yang diamati post emergence damping off, panjang lesio, serta berat kering tanaman, sedangkan peubah masa lnkubasi jamur s. rolfsil berpengaruh nyata. pemberian antagoriis baik t. harzianum. dan p. seudomonas. pada benih kedelai sebelum tanam dapat memperpanjang masa inkubasi jamur s. rolfsil pada tanan`an kedelai hingga lebih 15 hari. sedangkan pada perlakuan tanpa antagonis masa inkubasi jamur s. rolfsil hanya berkisar 5-6 hari. pemberian agen antagonis juga dapat menurunkan persentase post emergence damping off yaitu menjadi kurang lebih 40 %, sedangkan pada benih kedelai yang tidak diperlakukan dengan agen antagonis persentase post emergence damping off aqgr mencapai 70 %. pengaplikasian agen antagonis t. harzianum. dan p. seudomonas pada benih kedelai sebelum tanam juga berpengaruh terhadap panjang lesio yang terbentuk pada pangkal batang kedelai akibat infeksi jamur patogen s. rolfsil. pada perlakuan tanpa agen antagonis panjang lesio yang terbentuk rata-rata lebih dari 4 cm. sedangkan pada perlakuan dengan antagonis kurang dari 3 cm. pemberian kedua agen antagonis tersebut juga menyebabkan tanaman kedelai mempunyai bobot kering yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa antagonis. pada perlakuan dengan antagonis rata-rata bobot kering tanaman adalah lebih dari 3,5 gram, sedangkan pada perlakuan tanpa antagonis kurang dari 3 gram. untuk penggunaan waktu perendaman benih yang berbeda yaitu 5, 10 dan 15 menit tidak berbeda. artinya penggunaan waktu 5 menit saja sudah cukup efektif untuk memberi kesempatan bagi kedua agen antagonis ini untuk melindungi benih kedelai dari serangan s. rolfsil.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFETIVITAS AGEN ANTAGONIS DAN WAKTU PERENDAMAN SEBAGAI PROTEKSL BENIH KEDELAI TERHADAP PERKEMBANGAN SCLEROTIUM ROLFSIL. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007
Baca Juga : METODE PENGUSANGAN CEPAT MENGGUNAKAN ETANOL TERHADAP RNPENDUGAAN VIGOR DAYA SIMPAN BEBERAPA VARIETASRNBENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L) MERRIL) (Salsabilla Ranting Pertiwi, 2022)
Abstract
Baca Juga : STRATEGI PENYEDIAAN BENIH KEDELAI ANTAR LAPANG DAN ANTAR MUSIM DI BALAI BENIH TANAMAN PANGAN ACEH (Maimun, 2017)