Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rivan Rahmadhani, KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR PENGERINGAN PADA ALAT PENGERING BERTINGKAT BANYAK MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR GAS LPG DAN METODE PENGERINGAN KONVENSIONAL TERHADAP KARAKTERISTIK IKAN KEUMAMAH. Banda Aceh Fakultas Teknik Mesin,2024

Pengeringan konvensional dilakukan dengan menjemur ikan pada tempat terbuka, metode ini bergantung pada cuaca, membutuhkan lahan luas, dan terkontaminasi debu. alternatif pengeringan yang dapat dilakukan yaitu menggunakan alat pengering bertingkat banyak berbahan bakar gas lpg berukuran tinggi 1500 mm, lebar 555 mm, panjang 621 mm dan kapasitas maksimal 50 – 60kg. penelitian bertujuan mengkaji pengaruh waktu dan temperatur pengeringan terhadap karakteristik ikan keumamah. pengeringan dilakukan dengan temperatur 80°c, 70°c, 60°c, dan penurunan secara berkala. variasi waktu pengeringan yaitu 6, 8, 10, dan 12 jam. pengeringan secara konvensional dilakukan dengan variasi waktu yang sama. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan tercepat menggunakan 80°c selama 12 jam menghasilkan ikan dengan kadar air akhir 30%, sementara metode konvensional selama 12 jam menghasilkan ikan dengan kadar air akhir 53%. pengeringan pada 80°c menghasilkan tekstur paling keras dan warna paling gelap karena mengalami case hardening. metode konvensional menghasilkan tekstur paling lunak, warna kusam, dan aroma paling amis. pengeringan dengan penurunan temperatur secara berkala selama 12 jam menghasilkan ikan dengan kadar air akhir 35% menghasilkan ikan dengan tekstur terbaik, warna tidak terlalu gelap, dan aroma tidak terlalu amis. penurunan temperatur secara berkala dapat mencegah terjadinya case hardening. perbedaan suhu dan waktu pengeringan mempengaruhi kadar air, tekstur, warna, dan aroma ikan keumamah.



Abstract

Conventional drying is done by drying fish in the open, this method depends on the weather, requires a large area of land, and is contaminated with dust. An alternative drying that can be done is using a multi-story dryer fueled by LPG gas measuring 1500 mm high, 555 mm wide, 621 mm long and a maximum capacity of 50-60kg. This study aims to examine the effect of drying time and temperature on the characteristics of keumamah fish. Drying is done with temperatures of 80°C, 70°C, 60°C, and decreasing periodically. Drying time variations were 6, 8, 10, and 12 hours. Conventional drying was done with the same time variation. The results showed that the fastest drying using 80°C for 12 hours produced fish with a final moisture content of 30%, while the conventional method for 12 hours produced fish with a final moisture content of 53%. Drying at 80°C produces the hardest texture and darkest color due to case hardening. The conventional method produces the softest texture, dullest color, and fishiest aroma. Drying with periodic temperature reduction for 12 hours resulted in fish with a final moisture content of 35% producing fish with the best texture, less dark color, and less fishy aroma. Periodic temperature reduction can prevent case hardening. Differences in drying temperature and time affect the moisture content, texture, color, and stink of keumamah fish



    SERVICES DESK