Abstrak ini berkaitan dengan kinerja harga saham setelah penawaran perdana (ipo) pada bursa efek indonesia. sampel untuk penelitian ini adalah 29 perusahaan dari 48 perusahaan yang melakukan ipo di bei penelitian tahun 2002-2005. untuk meneliti kinerja harga saham menggunakan dua periode pengamatan yaitu dari jangka pendek (1 bulan dan 3 bulan listing di bei) dan jangka panjang (12 bulan). hasil penelitian dari uji statistik one sample t-test menunjukkan bahwa kinerja harga saham di bursa efek indonesia dalarn jangka pendek mengalami outperformed dengan rata-rata abnormal return positif sebesar 51,83 persen untuk bulan pertama dan 41, 64 persen untuk bulan ketiga. hal ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di beberapa negara. sedangkan untuk kinerja harga saham yang ipo dalam jangka panjang tidak mengalarni underperformed. rata-rata abnormal return jangka panjang menunjukkan nilai positif yaitu sebesar 33,58 persen. pernyataan ini clidukung dengan hasil perhitungan trading volume activity (tva) untuk periode jangka pendek sebesar 0,010 dan 0,004 (1 bulan dan 3 bulan), periode jangka panjang (12 bulan) yaitu sebesar 0,008. hasil penelitian dari uji statistik paired sample t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja saham jangka pendek (1 bulan dan 3 bulan) dan jangka panjang (12 bulan) setelah ipo di bursa efek indonesia. karena diantara kedua nilai t hitung (1,052 dan 0,508) tersebut lebih kecil dari t tabel (2,0484) dan nilai signifikannya lebih besar dari 0,05.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KINERJA HARGA SAHAM SETELAH PENAWARAN PERDANA (IPO) PADA BURSA EFEK INDONESIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2008
Baca Juga : ANALISIS PERBEDAAN KINERJA SAHAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIK OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK JAKARTA (MUHAMMAD YASIR, 2020)