Abstrak kulit buah kakao segar sejauh ini belum dimanfaatkan dalam pembuatan bokasi. sebagian besar kulit buah kakao segar dibiarkan begitu saja sehingga mencemari lingkungan. untuk itu perlu adanya pemanfaatan pada kulit buah kakao segar seperti pembuatan pupuk organik atau bokasi agar dapat mengenaii penggunaan pupuk kimia oleh petani kakao. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi kulit buah kakao segar serta lama fermentasi yang digunakan dalam pembuatan bokasi terhadap mutu bokasi yang dihasilkan. mengingat karakteristik tekstur kulit buah kakao segar yang lebih keras dibandingkan bahan baku bokasi yang biasa digunakan oleh para petani, maka diperkirakan dibutuhkan waktu fermentasi yang lebih lama. penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (rp.i) atau slit plot yang terdiri dari petak utama dan anak petak. petak utama adalah konsentrasi kulit buah kakao segar yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: ki = 0%, k2 = 10%, dan k3 = 20%. anak petak adalah lama fementasi (ij) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: l1 = 0 minggu l2 = 2 minggu, l3 = 4 minggu l4 = 6 mingg`i, dengan menggunakan 2 kali ulangan (u), sehingga diperoleh 24 satuan percobann. analisis yang dilakukan terhadap bokasi yang dihasilkan meliputi: total mikroorganisme (tcc), ph, unsur c, unsur n, rasio c/n, temperatur, kadar air, organoleptik (tekstur, bau dan warna), dan uji tanaman. hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kulit buah kakao segar (k) yang digunakan pada pembuatan bokasi berpengaruh sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO SEGAR DALAM PEMBUATAN BOKASI. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP HASIL KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DI KECAMATAN PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE (Dara Maulina, 2013)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN PENGARUH PENAMBAHAN DEDAK DAN SEKAM PADA PEMBUATAN BOKASI DARI SAMPAH DAUN PADA SKALA PILOT (AFRUDAL, 2021)