Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Yusriadi, ANALISIS BREAK EVENT POINT RICE MILLING UNIT (RMU) DL KECAMATAN TITEUE KEUMALA KABUPATEN PIDIE NANGGROE ACEH DARUSSALAM. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007

Ringkasan kehilangan hasil panen dapat terjadi sejak pra-panen, panen hingga pasca panen, kerusakan terjadi akibat penanganan kurang tepat. kehilangan hasil berupa kurangnya jumlah gabah karena tercecer pada saat proses pemanenan. sementara kehilangan kualitatif dapat berupa rendanya mutu gabah yang dihasilkan. kedua hal ini bersifat merugikan petani yang telah mengeluarkan biaya dalam memproduksi gabah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan rice milling unit yang meilputi identifikasi rice milling unit yang digunakan dalam pengolahan padi di kecamatan titeue keumala kabupaten pidie nanggroe aceh darussalam, titik impas (break even point) operasionalnya serta menganalisis tingkat sosial ekonomi masyarakat dalam memanfaatkannya sehingga dapat diketahui seberapa besar prospek pengembangan pabrik kilang padi di daerah tersebut. penelitian dilakukan di 6 (enam) desa dalam kecamatan titeue keumala kabupaten pidie. adapun objek penelitian adalah para pemilik rmu dan beberapa sampel para petani pengguna jasa rmu. sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan melalui pengkajian beberapa literatur yang berhubungan dengan topik bahasan sebagai landasan teoritis. selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan metode perhitungan untuk menentukan titik lmpas (break even point). hasil penelitian menunjukkan bahwa merek rmu yang dipakai para pengusaha kilang padi di kecamatan titeue keumala pada umumnya adalah mitsubishi dan bayfor, dengan jenis komplek/kombinasi. titik impas (break even point) yang diperoleh para pemilik rmu dalam menjalankan usaha jasa penggilingan padi di kecamatan titeue keumala sangat menguntungkan mengingat produksi gabah yang dihasilkan untuk setiap tahunnya masih cukup tinggi. jumlah rmu yang ada di kecamatan titeue keumala sudah sangat memadai, bila dibandingkan dengan gabah yang harus diolah setiap tahunn ya sebanyak 15.010 ton sementara kapasitas kerja alat rata-rata sebesar 46.250.25 ton per tahun .



Abstract



    SERVICES DESK