Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Yulita Fairina Susanty, UJI PEREFORMANSI CABINET DRYER DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER BAHAN BAKAR KOMPOR GAS UNTUK PENGERINGAN CABAI (CAPSICUM ANNUM L.). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011

Cabai besar (capsicum annum l.) merupakan salah satu komoditas sayuran penting. buahnya dikenal sebagai bahan penyedap dan pelengkap berbagai menu masakan khas indonesia karenanya, hampir setiap hari produk ini di butuhkan. kebutuhan komoditas ini semakin meningkat sejalan dengan makin bervariasinya jenis dan menu makanan yang memanfaatkan produk ini. pengeringan cabai merah dilakukan sebagai alternatif untuk menanggulangi produksi cabai yang berlebihan, terutama pada saat penen raya. dengan pengeringan, cabai merah dapat disimpan lebih lama sehingga penjualannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar. selain dijual dalam bentuk kering, cabai ini jugr dapat diolah menjadi uyang banyak digunakan dalam masakan instan. ada tiga metode pengeringan cabai yaitu pengeringan menggunakan matahari (alami), pengeringan mekanis (buatan) dan pengeringan kombinasi keduanya. pengeringan alami membutuhkan waktu yang lama dan sangat tergantungan dengan cuaca, sehingga alternafif untuk pengeringan cabai dilakukan dengan pengeringan mekanis (buatan), salah satunya adalah dengan menggunakan alat pengering tipe kabinet. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kineria alat pengering tipe kabinet untuk pengeringan cabai, seperti temperatur, kelembaban relatif (rh), penurunan berat kadar air terhadap lama waktu pengeringan, dan kapasitas pengeringan serta sebagai pembandingnya adalah dilakukan juga pengeringan dengan menggunakan matahari. penelitian ini dilakukan di laboratorium teknik pasca panen, fakultas pertanian, jurusan teknik pertanian pada bulan mei 2010. penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam proses penyempurnaan alat pengering cabai dengan menggunakan sumber bahan bakar kompor gas dan dapat membantu petani dalam menangani pasca panen cabai salah satunya adalah pengeringan. pada penelitian ini, pengukuran kadar air dilakukan selang waktu 30 menit pertama selama 4 jam pengeringan selanjutnya dilakukan pengukuran secara kontinyue dengan selang waktu 1 jam pengeringan sampai akhir proses pengeringan. sedangkan untuk pengukuran temperatur dilakukan pengukuran selang waktu i jam pengeringan dengan meletakkan termometer pada titik-titik pengukuran yang telah ditentukan. berdasarkan hasil penelitian diperoleh, penurunan berat kadar air bahan dengan menggunakan alat pengering cabinet dryer pada rak 1 sebesar 5,80% bb/jam, rak 3 sebesar 5,66% bb/jam dan rak 4 sebesar 4,75% bb/jam dan rak 6 sebesar 6,55% bb/jam selama dua hal dan selama 13 jam pengeringm kapasitas alat pengering tipe kabinet ini adalah 0,31 kg/jam selama 13 jam pengeringan dengan rota-rata temperatur tertinggi sebesar 63°c. sedangkan penurunan berat kadar air bahan dengan menggunakan pengeringan matahari pada rak 1 sebesar 6,5% bb/jam, rak 2 sebesar 6,38% bb/jam, rak 3 sebesar 621 % bb/jam dan rak 4 sebesar 5,87% bb/jam. pada pengeringan matahari diperoleh rata- rata temperatur lingkungan untuk keempat rak pengering adalah sama yaitu sebesar 38°c dan distribusi rata-rata rh lingkungan dari keseluruhan hari pengeringan (hari ke-1 sampai hari ke-8) untuk ke4 rak adalah sama yaitu sebesar 7520 °c.



Abstract



    SERVICES DESK