Eko firdiansyah, 0205106010019. rancangan irigasi curash (sprinkler irrigation) sebagai penyuplai nutrisi tanaman sawi (brassica juncea) pada sistem aeroponik. dibawah bimbingan dr. ir. syahrul, m.se sebagai pembimbing utama dan purwans satriyo, s.tp sebagai pembimbing ahli ringkasan seiring dengan semakin bertambahnya populasi penduduk indonesia tiap tahunnya, dikhawatirkan lahan pertanian akan semakin sempit. disisi lain, permintaan konsumen terhadap komoditi pertanian, khususnya sayuran semakin meningkat baik dari segi kualitas, penampilan, higienitas dan cita rasa. permintaan inilah yang mcndorong para petani untuk lebih profesional dalam menggarap lahannya. salah satu cara memenuhi permintaan konsumen adalah dengan penerapan metode dan teknologi baru yang disebut teknologi aeroponik aeroponik merupakan suatu sistem penanaman yang tidak menggunakan tanah scbagai media tanam melainkan udara. pada umumnya metode ini masih dalam ruang lingkup sayuran. bercocok tanam dengan metode ini, dapat juga disebut bercocok tanam dalam lingkungan yang terkendali. pemberian nutrisi pada metode ini dengan menggunakan sistem irigasi curah (sprinkler irrigation) yang dilakukan dengan cara pengkabutan nutrisi yang terlarut dalam air untuk dipancarkan ke akar tanaman. penelitian ini bertujuan merancang sistem irigasi curah (sprinkler irrigation) sebagai penyuplai nutrisi untuk tanaman sawi pada sistem aeroponik untuk merancang suatu irigasi curah terlebih dahulu dilakukan parameter perencanaan yang terdiri dari kebutuhan air tanaman sawi, jaringan perpipaan, tipe sprinkler, tekanan air yang diperlukan, jarak antara pencurah, hidrolika pipa dan kebutuhan air tanaman. selanjutnya dilakukan parameter rancangan yang terdiri dari penyusunan tataletak (lay-out) irigasi curah, perhitungan rancangan hidrolika pipa penentuan tenaga pompa. penelitian ini dilakukan di lingkungan dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura jalan teuku panglima nyak makam no. 24 lampineung, banda aeeh dalam jangka waktu terhitung dari bulan maret sampai dengan desember 2007. serta tataletak irigasi berada diatas lahan yang bergaris kontur datar. jaringan irigasi curah terdiri dari pompa jenis turbo jet water pump, pipa utama pvc berdiameter % inci, pipa lateral jenis pe (poly ethylen) berukuran inci. selain itu terdapat filter scbagai penyaring kotoran untuk menghindari terjadinya penyumbatan pada lubang nozel. juga terdapat stop air sebagai pengatur tekanan. kran dari hasil penelitian menyatakan bahwa kebutuhan air tanaman sawi (brassica juncea) sebesar 3,00 mm/hari pada bulan mai dan 2,99 mm/hari pada bulan juni. tipe perpipaan farm sistem yang menggunakan sprinkler tipc micro sprinkler yang berjarak i x i m antar pencurah. laju penyiraman sebesar 0,054 m/menit atau 13 mm/hari, debit pengeluaran 0.015 /detik yang bertekanan 33 psi dengan head loss sebesar 1,4 m dan penurunan tekanan 3 psi. diameter pembasahan i,2 meter dengan keseragaman curahan (cu) sebesar 87%. tenaga penggerak berupa pompa jenis sentrifugal turbo jet water pump yang bersumber dari dari energi listrik. perhitungan didapat besarya tenaga yang diperlukan untuk pemompaan sebesar 0.022 kw atau 22 watt.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RANCANGAN IRIGASI CURAH (SPRINKLER IRRIGATION) SEBAGAI PENYUPLAI NUTRISI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) PADA SISTEM AEROPONIK. Banda Aceh Fakultas Pertanian,
Baca Juga : PENGGUNAAN LAMPU TL DIMALAM HARI PADA SISTEM AEROPONIK TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) DALAM GREENHOUSE (Rakhmat Z, 2021)
Abstract
Baca Juga : KESESUAIAN IKLIM MIKRO GREENHOUSE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) PADA TEKNOLOGI AEROPONIK (Wira Nurmawaddah, 2024)