Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Muhafidh Iradah, PENGGUNAAN MEDIA PENYIMPAN PANAS PADA PENGERING KAKAO BERBAHAN BAKAR BIOMASSA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,

Muhafid iradah. 0005106011797. penggunaan media penyimpan panas pada pengering kakao berbahan bakar biomassa. dibawah bimbingan ramayanty bulan st, mp sebagai pembimbing utama dan hendri syah s.tp, m.si sebagai pembimbing kedua. ringkasan pada umumnya hasil pertanian dikeringkan dengan cara pangeringan tradisional yang dianggap kurang baik terhadap bahan yang dikeringkan. hal ini disebabkan karena pengeringan hanya dapat berlangsung jika ada sinar matahari, memerlukan tempat yang luas, kemungkinan terjadi susut lebih besar dan terkontaminasi oleh kotoran dan debu yang dibawa angin. mesin pengering kakao yang telah didesain khusus untuk membantu para petani kakao dalam melakukan proses pengeringan, mesin pengering kakao ini diharapkan mampu menngeringkan kakao yang lebih bagus sesuai dengan keinginan masyarakat. untuk itu pengujian performansi dari mesin pengering kakao tersebut sangat diperlukan untuk dapat meyakinkan para konsumen dalam memahami kinerja dari mesin pengering kakao tujuan penelitian ini adalah desain ulang pengering kakao dan melihat pengaruh penggunaan media penyimpan panas terhadap distribusi suhu di ruang pengering. • penelitian ini dilakukan di laborotorium alat dan mesin pertanian, jurusan teknik pertanian, fakultas pertanian, universitas syiah kuala, banda aceh, sejak bulan november - februarii 2009. sistem pengcring kakao terbagi dalam 3 subsistem yaitu tungku pembakaran, media penyimpan panas, dan ruang pengering. energi panas yang bersumber dari pembakaran biomassa di dalam tungku. udara panas akan merambat kecelah -- celah bagian samping dari rak dan sebagian panas yang lain memanaskan media (pasir dan kerikil) secara konduksi. udara yang dipanaskan dari rang pengering digunakan untuk menguapkan sebagian kadar air pada bahan. uap air dari bahan akan dikeluarkan melalui cerobong. mekanisme dari alat pengering kakao yang telah dirancang ini adalah kakao yang sudah matang disortir terlebih dahulu, kemudian kakao secara satu per satu dimasukkan ke dalam rak pengeringan, kemudian rak pengering di sorong ke dalam alat pengering secara fungsional alat pengering kakao ini terdiri dari atas beberapa bagian yaitu ; (i) rangka, (2) ruang pemanasan media, (3) rak pengering,(4) ruang cerobong, (5) ruang pembakaran. proses pembakaran dengan menggunakan media arang kayu biasanya selalu lebih tinggi, hal ini jelas terlihat pada menit awal 17.20 wib dengan lebar bukaan cerobong 2 cm, namun perpindahan panas dari ruang pembakaran keruang media pasir tidak. konstan disebabkan karena landasan media pasir, akan tetapi pada menit 18.20 wib suhu pembakaran menurun akibat berkurangnya bahan bakar. suhu yang dapat dihasilkan oleh alat pengering kakao ini adalah antara 65 -- 68 c, apabila suhu diatas kerikil 75c dan suhu pembakaran 150 c dengan jarak buka cerobong 2 cm. dari hasil penelitian ini jelas terlihat media kerikil lebih baik dalam mendistribusikan suhu dari ruang pembakaran keruang rak pengering.



Abstract



    SERVICES DESK