Munawar. 0605106010042. analisis ergonomika alat penyiang gulma tipe dorong di lah an kering dibimbing oleh sri hartuti st.p., mt sebagai pembimbing utama dan muhammad dhafir, st., sebagai pembimbing anggota. m.si ringkasan alat penyiang gulma tipe dorong pada penelitian ini merupakan alat penyiang semi mekanis dan sangat berkaitan erat dengan tenaga manusia, karena unsur manusia sangat memegang peranan penting dalam mengoperasikan alat ini. melihat peran dan keterikatan alat penyiangan gulma tipe dorong maka perlu diketahui hubungan antara keduanya. tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ergonomika yang meliputi analisis antropometri posisi optimum pada operator, pengukuran beban kerja fisik pada operator berdasarkan irhr(increase ratio heart rate) dan analisis biomekanik pada operator. pengukuran data antropometri dilakukan pada 20 orang subjek dari kalangan mahasiswa. selanjutnya dipilih tiga orang operator untuk dilakukan analisis posisi kerja optimum pada operator, pengukuran beban kerja dan analisis biomekanik. berdasarkan hasil analisis posisi kerja optimum operator diperoleh posisi optimum dari poros roda didapatkan pada operator c dengan nilai posisi optimum 1,559 m dari poros roda. operator a dengan nilai posisi optimum 1,516 m dari poros roda dan posisi optimum operator b 1.552 m. pengukuran beban kerja fisik pada tiga orang operator dimana pengambilan data dilakukan pada saat operator dalam keaadaan istirahat, pada saat melakukan step test dan pada saat melakukan kegiatan penyiangan gulma. berdasarkan nilai irhr pada operator a pekerjaan penyiangan pertama dan kedua dikategorikan dalam pekerjaan yang sangat berat, dan pada penyiangan ketiga dikategorikan dalam pekerjaan yang berat. operator b pekerjaan penyiangan pertama termasuk dalam kategori pekerjaan yang sedang, penyiangan ulangan kedua juga termasuk dalam kategori pekerjaan sedang, dan untuk penyiangan selanjutnya termasuk dalam kategori pekerjaan berat. operator c pekerjaan penyiangan pertama termasuk dalam kategori pekerjaan yang sedang, penyiangan ulangan kedua juga termasuk dalam kategori pekerjaan sedang, dan untuk penyiangan selanjutnya termasuk dalam kategori pekerjaan sedang berdasarkan hasil analisis biomekanik momen yang paling besar terdapat pada operator a, yaitu sebesar 8,546 n.m pada lengan atas dan 1,247 n.m pada lengan bawah. gaya yang paling besar terjadi pada operator a yaitu 29,41 n pada lengan bawah, dan pada lengan atas operator a juga memiliki nilai gaya yang paling besar 31,723 n dibandingkan dengan operator lain yaitu operator c dengan gaya pada lengan bawah sebesar 28,908 n dan lengan atas 31,888 n, diikuti dengan operator b yang memiliki gaya terkecil pada lengan bawah dan atas yaitu sebesar 28,512n dan 28,458 n.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS ERGONOMIKA ALAT PENYIANG GULMA TIPE DORONG DILAHAN KERING. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2013
Baca Juga : KARAKTERISTIK GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) AKIBAT APLIKASI CAMPURAN HERBISIDA CLOMAZONE, OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN (Laili Atia Rahma, 2022)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH DENSITAS GULMA RUAS-RUAS (ASYSTASIA GANGETICA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL) (M. AULIA RAHMAD, 2024)