Abstrak studi pembuatan poliol dan minyak kelapa sawit (cpo) telah dilakukan proses yang dilibatkan dalam studi ini yaitu proses pemurnian, proses epoksidasi serta proses hidroksilasi pada proses epoksidasi dilakukan variasi variabel yang paling berpengaruh terhadap pembentukan poliol, yaitu variasi komposisi reaktan (30%, 40%. 50%. 60%. dan 70% npo) dan variasi temperatur 25c, 40c, 60c, 70c variasi waktu reaksi( 2 dan jam) dan kecepatan putaran pengaduk (300- 150 rpm) dapat diabaikan, karena memiliki pengaruh yang kecil terhadap pembentukan poliol dari variasi yang telah dilakukan, poliol dengan komposisi reaktan 30% npo, temperatur 40c, dan waktu realsi 2 jam merupakan poliol dengan kandungan gugus hidroksil yang paling banyak, yaitu sebesar 349,55 dengan berat 37 gram hasil ini diperoleh secara titrasi dan dianalisis dengan spektra infra merah (ftir) kata kunci : netralisasi, epoksidasi, hidroksilasi, bilangan hidroksil, poliol
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGEMBANGAN PROSES KONVERSI MINYAK KELAPA SAWIT (CPO) MENJADI POLIOL. Banda Aceh Fakultas Teknik,2005
Baca Juga : KONVERSI MINYAK SAWIT (CPO) MENJADI POLIOL DENGAN OKSIDATORASAM PEROKSI ASETAT (Wahyudi, 2024)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN TUMBUHAN PANGI (PANGIUM EDULE REINW) SEBAGAI TANAMAN KONSERVASI PENGHASIL MINYAK ALTERNATIF PENGGANTI KELAPA SAWIT (YASSER PREMANA, 2015)