Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
M. Mirza Masri, STUDI KEKUATAN GESER BALOK BETON HOLLOW BLOCK UNTUK ELEMEN STRUKTUR RUMAH TINGGAL. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan geser balok beton bertulang biasa dengan balok beton hollow block serta mempelajari perilaku deformasi dan pola retak yang terjadi. benda uji balok yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 3 buah dengan ukuran panjang 2100 mm, lebar 150 mm, tinggi 200 mm, yang terdiri dari 1 buah ring-beam reinforced concrete (rrc), 1 buah ring-beam hollow block (rhb), 1 buah sloof hollow block (shb). kuat tekan beton dikontrol dengan benda uji kubus standar panjang 150 mm dan lebar 150 mm, sebanyak 9 buah. untuk beton hollow block, faktor air semen yang digunakan adalah 0,5, tinggi slump 0 mm dan diameter agregat iaksinum 4,75 mu. uutuk mortar pengisi, fakior air semen yang digunakan adalah 0,5, tinggi slump 25-50 mm dan diameter agregat maksimum 25,4 mm. pengujian geser balok dan kuat tekan kubus beton dilakukan pada saat berumur 28 hari. tulangan pokok yang digunakan adalah tulangan baja ulir dengan d21 mm, baja ulir dl2 mm, baja ulir dengan d10 mm, sedangkan tulangan sengkang digunakan tulangan baja polos dengan 0 6 mm. pengujian geser balok dilakukan dengan meletakkan balok di atas dua tumpuan dengan jarak antar tumpuan 1800 mm dan kemudian dibebani dengan dua buah beban terpusat dengan jarak antara kedua beban tersebut adalah 1200 mm. balok dibebani secara bertahap hingga mengalarni keruntuhan. data yang dicatat adalah beban, regangan baja tulangan sengkang, regangan beton, dan lendutan serta diamati pola retak yang terjadi pada setiap kenaikan beban. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balok beton hollow block lebih mampu menahan geser dibandingkan balok beton bertulang biasa. geser yang terjadi untuk rrc sebesar 1210 kg. geser yang terjadi untuk rhb sebesar 2370 kg. geser yang terjadi untuk sh sebesar 2310 kg. lendut~n maksimum yang terjadi pada rrc 1,038 cm, lendutan maksimum yang terjadi pada rhb sebesar 2,171 cm. lendutan maksimum yang terjadi pada shb sebesar 1, 1 cm. hal ini berarti balok beton hollow block lebih mampu berdeformasi dibandingkan balok beton bertulang biasa. keruntuhan yang terjadi pada balok adalah keruntuhan geser, dengan ragam keruntuhan tarik yang dominan.



Abstract



    SERVICES DESK