Ringkasan khaidir. trichoderma harzianum inokulasi dan pseudomonas fluoresen dengan waktu yang berbeda untuk mengendalikan penyakit layu sclerotium pada tanaman kedelai. (di bawah bimbingan tjut chamzurni, sebagai ketua dan susanna, sebagai anggota). pemanfaatan agen antagonis memberi peluang besar untuk mengendalian penyebab penyakit, khususnya terhadap patogen tular tanah (soil borne patogen) dan dapat meningkatkan hasil produksi tanaman. penggunaan agen antagonis lebih dari satu jenis dalam waktu yang lebih lama dengan jarak tanam sangat efektif untuk mengendalikan patogen tular dan meningkatkan hasil produksi kedelai. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas agen tanah antagonis dan waktu pemberian yang tepat dalam menekan pertumbuhan sclerotium rolfsii pada tanaman kedelai. penelitian ini dilaksanakan di desa meunasah mon krueng raya, kecamatan mesjid raya, kabupaten aceh besar. penelitian ini dilaksanakan sejak januari -april 2006. penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (ral) pola faktorial. faktor pertama adalah jenis antagonis yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa antagonis (a0), inokulasi t harzianum (ai), inokulasi p. fluorescens (a2), inokulasi t. harziarum dan p. fluorescens (a3). faktor kedua adalah waktu pemberian antagonis yang terdiri dari tiga taraf yaitu 10 hari scbelum tanam (wi), 5 hari sebelum tanam (w2), dan saat tanam (w3). setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 polibag. sehingga terdapat 144 satuan unit percobaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dari faktor yang dicobakan berpengaruh sangat nyata terhadap masa inkubasi dan tidak berpengaruh nyata terhadap peubah lain yang dicobakan. pada perlakuan agen antagonis berpengaruh sangat nyata terhadap masa inkubasi, panjang lesio dan bobot kering biji kedelai. pada pengamatan persentase perkecambahan dan tinggi tanaman pada 14 & 28 hst berpengaruh nyata, sedangkan pada tinggi tanaman 42 hst tidak berpengaruh nyata. sedangkan pada perlakuan waktu aplikasi berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi, panjang lesio, tinggi tanaman pada 14 hst dan bobot kering biji kedelai. dan tidak berpengaruh nyata terhadap peubah lain yang dicobakan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INOKULASI TRICHODERMA HARZIANUM DAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS DENGAN WAKTU YANG BERBEDA UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU SCLEROTIUM PADA TANAMAN KEDELAI. Banda Aceh Fakultas Pertanian,
Baca Juga : EFEKTIVITAS TRICHODERMA VIRIDE DAN TRICHODERMA HARZIANUM SEBAGAI AGEN ANTAGONIS SCLEROTIUM ROLFSII PADARNTANAMAN KACANG TANAH (Idarniati, 2024)