Tinggong merupakan padi lokal yang dibudidayakan oleh petani di wilayah barat daya aceh. padi ini memiliki tekstur nasi pulen dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik. terlepas dari keunggulannya, karakteristik tanaman perlu diperbaiki karena arsitektur tanaman tinggi, umur dalam, dan rentan terhadap penyakit blb (bacterial leaf blight) yang disebabkan oleh xanthomonas oryzae. perbaikan padi lokal tinggong dilakukan dengan memanfaatkan varietas introduksi irbb27. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas dan kualitas hasil padi turunan tinggong bc4f2 yang ditanam pada lahan tegalan. penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan (5°34'01.6"lu- 95°22'24.4"bt) dengan ketinggian 7 mdpl, laboratorium genetika dan pemuliaan tanaman dan laboratorium ilmu dan teknologi benih departemen agroteknologi fakultas pertanian universitas syiah kuala, darussalam banda aceh, berlangsung dari bulan november 2023 sampai mei 2024. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) pola non faktorial untuk analisis produktivitas dengan 3 ulangan yang terdiri dari 7 taraf yaitu: p1: t35.7.5.13.5; p2: t35.7.5.16.4; p3: t35.12.8.2.1; p4: t.35.7.3.1.2; p5: t.36.10.3.19.1; p6: t.38.1.4.4.11; dan p7: t35.7.5.1.3. hasil penelitian menunjukkan galur padi yang memiliki produktivitas terbaik adalah t35.7.5.13.5 dengan potensi hasil 9,33 ton ha-1. dari segi kualitas hasil, t.35.7.3.1.2 memiliki gabah hampa terendah dengan persentase gabah hampa hanya 2,84% sehingga memenuhi standar sni. galur dengan tingkat persentase beras berkapur terendah yaitu t36.10.3.19.1 dengan persentase hanya sebesar 6%. kadar amilosa beras pada setiap galur tergolong rendah hingga sedang sehingga tergolong dalam kategori beras yang pulen.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS HASIL GALUR PERBAIKAN PADI ACEH TINGGONG PADA LAHAN TEGALAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agroteknologi,2024
Baca Juga : PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS HASIL GALUR PERBAIKAN PADI ACEH TINGGONG PADA LAHAN TEGALAN (Aisyah Fitri, 2024)
Abstract
Tinggong is a local rice cultivated in the southwest region of Aceh with a soft texture and good adaptability. However, plant characteristics need to be improved because the plant architecture is tall, and susceptible to Bacterial Leaf Blight disease. Improvement of local Tinggong rice was carried out by IRBB27 introduced variety. The purpose of this study was to determine the productivity and quality of Tinggong BC4F2 rice yields planted on upland. The study was conducted at the Experimental Garden (5°34'01.6" N- 95°22'24.4" E), Laboratory of Genetics and Plant Breeding and Laboratory of Seed Science and Technology, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, from November 2023 to May 2024. This study used Randomized Block Design for productivity analysis with 3 replications consisting of 7 levels, namely: P1: T35.7.5.13.5; P2: T35.7.5.16.4; P3: T35.12.8.2.1; P4: T.35.7.3.1.2; P5: T.36.10.3.19.1; P6: T.38.1.4.4.11; and P7: T35.7.5.1.3. The results showed that the rice line with the best productivity was T35.7.5.13.5 with a potential yield of 9.33 tons ha-1. Then, T.35.7.3.1.2 had the lowest empty grain (2.84%) and line with the lowest percentage of chalky rice was T36.10.3.19.1 (6%). The amylose content of rice in each line is classified as low to medium, so it is classified as soft rice.
Baca Juga : KETAHANAN TERHADAP KEKERINGAN DARI GALUR PADI BC4F2 HASIL PERSILANGAN TINGGONG/IRBB27 PADA FASE PERKECAMBAHAN DAN PEMBIBITAN (Nur Dara Utami, 2024)