Abstrak dengan teknologi biopori, dapat dibuat tempat makhluk hidup untuk penyerapan air, dengan memanfaatkan apa yang harus dibuang. namun tidak semua jenis sampah yang bisa ditampung, khusus sampah organik saja, air menjadi penyebab banjir kalau drainase tidak dapat menampung air hujan. jika hujan jatuh secara merata di daratan, akan diresapkan perlahan-lahan, hingga menjadi sumber air baru. salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan tanah meresapkan air hujan ialah pembuatan lubang resapan. dengan lubang resapan biopori (lrb) air hujan akan diresapkan ke dalam anah sehingga dapat mengurangi aliran permukaan (run off) dan memperbaiki permukaan tanah. ini adalah untuk mengetahui kemampuan lubang tujuan dari penelitian resapan biopori dalam meningkatkan kapasitas infiltrasi. ruang lingkup dibatasi pada pengamatan dan pengukuran jumlah lubang yang dibutuhkan, porositas, struktur, tekstur, kerapatan aliran air, gradien hidrolik dan laju infiltrasi (model philips). penelitian di laksanakan pada dua lokasi yang berbeda pemamfaatan lahan. perlakuan dalam penelitian untuk kapasitas infiltasi terdiri enam buah lubang. pengamatan dan pengukuran dilakukan sebelum (k01, k01, r01, r01, k02, k02, r02 r02, k03, k03, r03, r03) dan sesudah dimasukkan bahan organik ke dalam tubang (k11, k11, r11, r11, k12, k12, r12, r12. k13, k13, r13, r13). dari hasil penelitian berdasarkan gambar segi tiga tanah sistem usda (departemen pertanian amerika) tanah di lokasi i mempunyai kelas tekstur lempung berdebu dengan porositas 51% dan kelas tekstur tanah di lokasi u adalah lempung berliat berporositas 47.83%. jumlah lubang ( diameter 10, 15, dan 20 cm) yang diperlukan untuk lokasi i berturut-turut 25, 12 dan 7 lubang/100 m2. sedangkan untuk lokasi ii 28, 13 dan 8 lubang/i00m2. kerapatan aliran tertinggi di lokasi i setelah perlakuan bahan organik sebesar 51% (k11), yang sebelum perlakuan sebesar 3.01% (k01). sedangkan kerapatan aliran untuk lokasi ii sebelum perlakuan sebesar 9.55% (r01 ), meningkat sebesar 46.78% (r11 ) setelah perlakuan bahan organic laju infiltrasi (fp) pada diameter lubang berbeda-beda (10, i5, dan 20). laju infiltrasi (fp) tertinggi setelah perlakuan di lokasi i terjadi pada lubang berdiameter i0 cm sebesar 43.57% (k11) yang sebelum perlakuan bahan organik sebcsar 12.79% (k01). untuk lokasi ii laju infiltrasi tertinggi setelah perlakuan terjadi pada lubang berdiameter i0 cm meningkat sebesar 40.22% (r11 ), yangscbelum perlakuan bahan organik sebesar 19.64% (r01). laju infiltrasi air perlubang setelah di masukkan bahan organik kedalam lubang di lokasi i lebih tinggi di bandingkan dengan laju infiltrasi di lokasi ii.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENINGKATAN KAPASITAS INFILTRASI MENGGUNAKÅN LUBANG RESAPAN BIOPORI. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2009
Baca Juga : APLIKASI LUBANG RESAPAN SEBAGAI PEMANFAATAN ALIRAN PERMUKAAN DI KEBUN PALA GAMPONG JAMBU APHA KABUPATEN ACEH SELATAN (HUSNAL IKHSAN, 2015)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH TIPE VEGETASI TERHADAP LAJU INFILTRASI PADA KAWASAN RESAPAN AIR TANAH MATA AIR PANAS GUNUNG SEULAWAH AGAM. (Muslich Hidayat, 2025)