Kineria (performance) operasi jaringan irigasi dapat diukur berdasakan pelayanan air irigasi kepada masyarakat pemakai air, apakah air irigasi dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan secara tapat jumlah, tepat waktu, dan tepat cara atau tidak. perubahan-perubahan pembukaan pintu sorong dan pintu sadap menyebabkan kondisi alira lebih sering berada dalam kondisi tak tunak (unstaedy state) untuk itu teknologi operasi jaringan irigasi harus dapat mengadopsi sifat aliran ini dengan menggunakan sistem persamaan tak tunak. tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui penyimpangan antara target dan realisasi pemberian air irigasi pada lahan petani, praktek operasi jaringan irigasi, dan prosedur operasi jaringan irigasi yang mengakomodasi aliran tak tunak yang teriadi dalam saluran irigasi. penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survey di daerah lrigasi krueng jreue kabupaten aceh besar pada tahun 2008. d.i krueng jreue merupakan irigasi teknis dengan luas ± 3100 ha, yang sumber airya berasal dari krueng lamkareung, panjang saluran primer 14,40 km dan panjang saluran sekunder 1520 km. data diambil dari bmi (bangunan meunara 1) sampai bm2 0angunan meunara 2) dengan panjang saluran 1059,5 m. data diperoleh dengan menggunakan teknik data primer (studi kapustakaan, wawancara langsung dengan petani. pengukuran dan kuisioner),data sekunder (iklim: curah hujan, kelembaban, kecepatan angin. suhu), dan menghitung debit air disaluran sekunder yang berbentuk trapesium dengan menggunakan pelampung. analisis data primer, digunakan indikator-indikator dari kinerja hidrolika yaitu kecukupan, keandalan dan kewajaran pemberian air, analisis data sekunder : evapotranspirasi acuan, evapotranspinsi tanaman, kebutuhan air bersih disawah (nfr) dan pengoperasian jaringan irigasi dengan menggunakan persamaan aliran tak tunak yaitu persamaan kontinyu dan momentum. hasil penelitian menunjukkan bahwa, program matlab (kaidah operasi pintu) dapat digunakan sebagai salah satu sofware untuk menjelaskan konsep kaidah operasi pintu. rendahnya kineria pemberian air di d.i krueng jreue dipengaruhi oleh kelemahan variabel kemampuan manusia yang indeks pengetahuan staf (ips) hanya mencapai 40% yang tergolong masih sangat rendah dan variabel teknologi pengoperasian jaringan irigasi, kineja hidrolika : kecukupan, nisbah kinerja pemberian air (nkp) di bagian hulu=l,27>l dan bagian hilir =1,04>1, kewajaran pemberain air hulu : hilir = 122 dan keandalan lama pemberian air (klp) dan interval pemberian air (kip) kurang konsisten artinya para petani tidak dapat memprediksi tibanya air di lahan usaha tani mereka. kelemahan variabel kemampuan manusia dan teknologi dapat diketahui drri indikatornya, yang mengakibatkan rendahnya kinerja pemberian air irigasi kepada lahan petani, sehingga dapat teriadi penyimpangan kelebihan dan kekurangan ) pemberian air kelahan petani.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KINERIA 0PERASI JARINGAN IRIGASI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ALIRAN TAK TUNAK (STUDI KASUS DAERAH IRIGASL KRUENG JREUE). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2008
Baca Juga : KAJIAN KINERJA PEMELIHARAAN SISTEM IRIGASI DI JARINGAN TERSIER (STUDI KASUS DI DAERAH IRIGASI KRUENG JREUE) (Dewi novianty, 2024)
Abstract
Baca Juga : SIMULASI POLA DAN JADWAL TANAM MENGGUNAKAN FAKTOR K UNTUK OPTIMASI OPERASI JARINGAN IRIGASI DI DAERAH IRIGASI (D.I) KRUENG JREU (RIFA SAFIRA, 2019)