Ringkasan kakao (theobrama cacao l.) merupakan komoditi pangan yang memiliki nilai jual tinggi. namun, harga kakao sering tidak stabil di pasaran karena menurunnya tingkat mutu dari kakao. untuk itu, perlu dilakuka.nnya penanganan pasca panen yang mampu meningkatkan mutu biji kakao, salah satunya dengan menciptakan sebuah mesin sortasi. tujuan penelitian ini adajah melakukan uji fungsional pada prototipe mesin sortasi biji kakao dan untuk mengklasifikasikan biji kakao berdasarkan mutu sesuai dengan ketentuan snl no. 01-2323-2002. adalah mempersiapkan prototipe mesin sortasi biji kakao . kemudian dilakukan pengukuran terhadap sifat fisik biji ini tahap pertama dalam penelitian kerapatan . setelah itu dilakukan uji fungsional terhadap prototipe mesin sortasi dan dilakukan pengukuran terhaclap kapasitas sortasi, efektifitas kerja mesin, energi listrik, kakao yaitu: dimensi biji, kadar air, sudut curah, dan persentase keseragaman hasil sortasi dan klasifikasi mutu biji kakao yang telah disortasi. biji kakao memiliki dimensi rata - rata: panjang biji 2,5 cm dan lebar biji 1,5 cm dan berat 1,0- 1,2 gram per biji. biji yang disortasi memiliki kadar air 7,45 -- 8,22%. biji kakao memiliki sudut curah 27,37° dengan kerapatan 444 kg/m2. dalam uji fungsional, prototipe mesin sortasi ini memiliki kapasitas sortasi 33,34 kg/jam dengan persentase efektifitas kerja sebesar 98,99%. energi listrik yang diperlukan selama sortasi 5kg biji kakao adalah sebesar 0,045 kwh dengan biaya listrik rp 195/jam. hasil sortasi kakao memiliki persentase keseragaman antara lain: pada kompartemen i, rata- rata persentase debu yang didapatkan sebesar 0,91%. pada kompartemen ii , persentase rata - rata biji rusak sebesa r 9,95% dan biji utuh sebesar 60,11%. sedangkan pada komparte men iii, persentase rata - rata yang diperoleh lebih kecil yaitu biji rusak sebesar 7,67% dan biji utuh 21,29% dengan waktu sortasi rata -rata selama 9.03 menit. berdasarkan data hasil sortasi, diperoleh klasifikasi biji kakao, pada kompartemen ii diperoleh mutu s ( 122 biji per l00 gram) dan kompartemen iii diperoleh mutu aa (80 biji per 100 gram). sortasi biji kakao secara manual, diperoleh kapasitas sebesar i 1,90 kg/jam dengan rata -rata keseragaman biji utuh 82,46% dan biji rusak 16,39% dengan waktu sortasi rata rata 25.46 menit.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI FUNGSIONAL PROTOTIPE MESIN SORTASI TIPE SILINDER UNTUK BIJI KAKAO. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : DAMPAK KEBIJAKAN TARIF/BEA TERHADAP PASAR BIJI KAKAO DI INDONESIA (NADIA FRASTICA, 2020)
Abstract
Baca Juga : PENGOLAHAN CITRA UNTUK DETEKSI BIJI KAKAO KERING MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (Muhammad Khalis Fikri, 2023)