Portofolio berisiko adalah suatu risiko yang disebabkan saldo yang belum dilunaskan, dari seluruh kredit yang mengandung jumlah yang lewat waktu. rasio portofolio berisiko menceminkan risiko sebenarnya dari masalah kredit bermasalah. apabila hilai risiko porfofolio berisiko meningkat maka keberlanjutan keuangan suatu lkm akan menurun dan juga sebaliknya. keberlanjutan keuangan juga dapat diukur melalui good management. good management adalah suatu kegiatan manajemen dalam menjalankan kesatan operasional lkm, semakin baik produktivitas yang dihasilkan oleh lkm, maka keberlanjutan keuangan lkm tersebut juga akan semakin membaik. penelitian ini dibuat untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan keuangan yaitu portofolio berisiko dan good management. populasi target yang digunakan adalah sebanyak 41 lkm dengan periode penelitian tahun 2008, yang diperoleh dengan metode -sensus. dan yang digunakan adalah laporan keuangan berupa laporan pendapatan, pembiayaan dan biaya operasional lkm yang ada dalam laporan laba rugi dan neraca. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengujian secara simultan portofolio berisiko dan good management menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap keberlanjutan keunngan. berdasarkan pengujian secara parsial portofolio berisiko memiliki pengaruh negatif terhadap keberlanjutan keuangan lkm, sedanghan good management berpengaruh positif terhadap keberlanjutan keuangan lkm. kata kunci : portofolio berisiko, good management , dan keberlanjutan keuangan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PORTOFOLLO BERISIKO DAN GOOD MANAJEMENT TERHADAP KEBERLANJUTAN KEUANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) DI ACEH. Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2009
Baca Juga : PERAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI PEMODERASI PADA PENGARUH ARUS KAS BEBAS DAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Muhammad Faried Rizki, 2025)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA (Gunawati, 2025)