Pisang raja merupakan salah satu komoditi buah ekspor yang selain sebagai buah meja juga dapat diolah menjadi makanan jadi lainnya. buah pisang seperti produk hortikultura lainnya mudch mengalami kerusakan setelali panen sehingga memerlukan penanganan yang memadai agar mutunya dapat dipertahankan dan daya simpan serta nilai manfantnya dapat ditingkatkan. pada saat panen raya harga pisang biasanya menurun tajam sehingga timbul pula hambatan untuk pemasaran pisang keluar daerah produksi, karena harga jual pisang tidck diimbangi oleh biaya produksi dan biaya pengangkutan. teknologi penyimpanan modifikasi atmosfir (ma) untuk menunda kematangan buah pisang sangat diperlukan dalam rangka mengatasi masalah penumpukan buah pisang di musim panen dan pengiriman buah pisang ke luar daerah. tijuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh suhu penyimpanan (t) dan konsentrasi o2 (k) yang efektif dalam memperpanjang mutu simpan pisang raja. penelitian telah dilakukan pada bulan juli-agustus 2005 di laboratorium penanganan pascapanen, jurusan .teknologi hasil pertanian, fakultas pertanian, universitas syiah kuala. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial 2 x 4 dengan 2 ulangan. faktor pertama yaitu suhu penyimpanan (t) yang diamati pada 2 (dua) taraf yaitu 6-12°c (tl) dan 28-32°c (t2). faktor kedua yaitu konsentrasi 02 (k) yang diuji pada 4 (empat) taraf yaitu 0,5 liter (kl),1 liter (k2),1,5 liter (k3) dan 2,5 liter (k4). untuk setiap perlakuan terdiri dari 3 (tiga) buah pisang yang dikemas dalam plastik polyetilen dengan ketebalan 0,03 mm dengan ukuran kemasan 25x25 cm2. parameter yang dianalisis meliputi susut bobot (%), kekerasan (kg/cm2), vitanim c (mg/100gr) dan total padatan terlanit (%), masing-masing diamati pada penyimpanan hari ke-8,12,16 dan hari ke-20. hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor suhu penyimpanan (t) berpengaruh nyata (p>0,05) dan interaksi antara suhu penyimpanan dan konsentrasi 02 (tk) juga berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap susut bobot, yaitu pada penyimpanan hari ke-12. sedangkan pada analisis susut bobot hari ke-8, ke-16 dan hari ke-20 tidak terdapat pengaruh nyata dari semua perlakuan yang diberikan. nilai susut bobot terbaik diperoleh pada perlakuan tik4. kekerasan dipengaruhi dengan sangat nyata (p20,01) pada perlakuan suhu penyimpanan (t) yaitui pada penyimpanan hari ke-12 dan hari ke- 20. nilai kekerasan yang baik secara rata-rata diperoleh pada penyimpanan suhu dingin (tl ). kandungan vitamin c dipengaruhi dengan sangat nyata (p>_0,0l ) pada perlakuan suhu penyimpanan (t) dan konsentrasi 02 (k) pada semua hari analisis. vitamin c terbaik dilihat dari kecilnya jumlah vitamin c yang terbentuk yaitu pada tik1. sedangkan total padatan terlanit (tpt) dipenganihi dengan sangat nyata (p20,0l) pada perlakuan suhu penyimpanan (t) dan konsentrasi 02 (k) pada semua hari analisis. hanya pada penyimpanan hari ke-20 terdapat interaksi anatara sushu penyimpanan dan konsentrasi 02 itk) berpenganh nyata (p>0,05) terhadap total padatan terlarut (ti't). nilai tpt terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan ti k4.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN DAN KONSENTRASI 02 DALAM WADAH POLYETILEN TERHADAP MUTU SIMPANRNPISANG RAJA (MUSA PARADISIACA L.). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2005
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN INFUSA KULIT PISANG RAJA (MUSA PARADISIACA VAR RAJA) TERHADAP JUMLAH TOTAL CEMARAN BAKTERI PADA DAGING KAMBING (DESI RAMADHANI, 2020)
Abstract
Baca Juga : PERUBAHAN MUTU TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM MILL.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GEL LIDAH BUAYA (ALOE VERA L.) DAN SUHU PENYIMPANAN (Rina Marwina, 2016)