Timphan merupakan salah satu contoh kue basah trndisional aceh yang terbuat dari tepung ketan dan dibungkus dengan daun pisang muda yang diolesi minyak goreng, kemudian dikukus selana setengah jam. kue basah seperti timphan umumnya mempunyai daya awet yang rendah yaitu sekitar 2-3 hari. 0leh sebab itu, untuk memperpanjang daya simpan serta mempersingkat waktu persiapan produk n.mpafm, diperlukan altermatif hasil olahan timphan menjadi produk setengah jadi (instan). penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan cairan santan dan lama pengukusan terhadap waktu pengukusan kue timphan yang telah diinstankan terhadap mutu timphan instan seperti sifat fisik (cooking time, cooking losss dan analisis kekerasan), sifat kimia (kadar air, kadar pati, kadar abu, kadar lemak kadar protein ), dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) timphan instan yang dihasilkan. rancangan peroobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (rak) dengan pola faktorial yang terdiri atas 3 faktor. faktor pertama adalah persentase cairan santan (c), terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu ci = 40%, c2 = 50%, dan c3 = 60%. faktor kedua adalah lama pengukusan (w), terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu wi = 20 menit, w2 = 30 menit dan w2 = 40 menit. hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penambahan cairan santan (c) memberi pengaruh sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PERSENTASE PENAMBAHAN CAIRAN SANTAN DAN LAMA PENGUKUSAN TERHADAP WAKTU PENGUKUSAN KUE TIMPHAN YANG TELAH DIINSTANKAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2013
Baca Juga : PENDUGAAN UMUR SIMPAN TEPUNG BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS)DENGAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN ARRHENIUS (SUHAIMI, 2016)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN PEMBUATAN BISKUIT DARI PASTA UBI JALAR (POMOEA BATATAS LAMB) UNGU (Rahhayu Saputri, 2024)