Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Bambang SP, PERBANDINGAN KINERJA ALAT PENGERING APKOMPA DAN APH UNTUK PENGERINGAN PISANG. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2005

Rringkasan pisang merupakan komoditas yang cepat membusuk setelah dilakukan pemanenan, sehingga diperlukan penanganan pasca panen yang memadai agar mutunya dapat dipertahankan dan daya simpan serta daya gunanya dapat ditingkatkan. penelitian tentang perbandingan kinerja alat pengering prsang dengan sumber panas kolektor surya parafin (apkompa) dan pemanas listrik /heater (aph) dilakukan sebagai suatu upaya dalam rangka memperbaharui metode pengeringan tradisional. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas pemanfatan sistem pengeringan pisang menggunakan alat pengering dengan sumber panas kolektor surya yang memanfaatkan parafin (apkompa) sebagai media penyimpan panas dengan sumber panas listrik/heater (aph) dalam proses pengeringan pisang penelitian ini terdiri atas tiga tahap yaitu, tahap pembuatan alat pengering, tahap persiapan baen pisang yang akan dikeringkan dan tahap pengeringan pisang menjadi gaplek pisang penelitian dilakukan dengan dua metode sumber panas yaitu: sumber panas kolektor surya parafin dan sumber panas listrik (heater) pada distribusi temperatur, nilai temperatur pada sumber panas histrik/heater (aph) tertinggr yaitu 60,9c dan terendah yaitu 33,30c. untuk temperatur yang tertinggi pada sumber panas kolektor surya parafin(apkomp a) yaitu 462c dan terendah yaitu 31,5'c berdasarkan penelitian ini diperoleh distribusi kelembaban relatif pada alat pengering pisang sumber panas kolektor surya parafin mengalami penurunan dan peningkatan kelembaban relatif yang seimbang menurut intensitas radiasi matahari sedangkan pada sumber panas listrik (heater) kelembaban mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu pengeringan kadar air gaplek pisang yang dihasilkan kolektor surya parafin sekitar 19,86% dan gaplek pisang yang dihasilkan pengering histrik (heater) sekitar 10,28%, merupakan hasil yang terbaik untuk dapat langsung dijadikan tepung pisang. jumlah laju uap air pisang yang dikeringkan sangat bervariasi berdasarkan jenis bahan yang dikeringkan, pengeringan pada sumber panas listrik (heater) yaitu; 8,76% bk/jam dan pada sumber panas kolektor surya parafin yaitu 7,43% bk/jam. dan berdasarkan kapasitas, alat pengering ini mempunyai kapasitas 6 kg untuk setiap proses pengeringan pisang.


Baca Juga : KAJI EKSPERIMENTAL PENGERING IKAN ENERGI SURYA (ANDI FANOVA, 2024)


Abstract



    SERVICES DESK