Ringkasan kakao merupakan tanaman perkebunan yang sangat berkembang di provinsi aceh beberapa tahun belakangan ini. produksi kakao aceh pada tahun 2011 adalah sekitar 25 ribu ton, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 27 ribu ton. kebanyakan kebun kakao yang ada di aceh masih dimiliki oleh rakyat, dan hanya dikelola seadanya dengan penanganan pasca panen yang kurang memadai. mutu biji kakao sangat dipengaruhi oleh penanganan pasca panen. pada umumnya masyarakat di aceh mengeringkan biji kakao fermentasi menggunakan media lantai semen, dan media terpal tanpa mengetahui karakteristik dari biji kakao yang mereka keringkan. sementara itu selama proses pengeringan berla gsung sangat perlu didukung dengan pemahaman yang baik tentang karakteristik tiap-tiap tipe pengeringan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan alami (sun drying) pada biji kakao fermentasi dengan menggunakan berbagai media jemur dan tingkat ketebalan tumpukan biji kakao. pada penelitian ini, biji kakao yang telah difermentasi selama 5 hari diletakkan pada media jemur lantai semen, lantai terpal, dan para-para dengan mengatur setiap ketebalan tumpukan biji sebesar i cm, 2 cm, dan 3 cm. dan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. kemudian biji kakao yang telah di letakkan pada berbagai media dan berbagai tumpukan dilakukan pengukuran 5 angle of repose, densitas curah, dan kadar air awal. hasil dari penelitian menunjukkan yang dibutuhkan untuk menurunkan kadar air bahan dari 52.06% sampai dengan 7.3% berbeda antara setiap media clan ketebalan tumpukan. temperatur rata-rata lingkungan sebesar waktu 33,94c dengan radiasi surya sebesar 594.37 w/m' dan kecepatan udara lingkungan sebesar 0.94 mis. angle of repose biji kakao sebelum pengeringan sebesar 20.01" dan setelah dikeringkan turun menjadi 15.07. sedangkan nilai densitas curah biji kakao sebelum pengeringan adalah dan setelah mencapai kadar air 7.3% turun menjadi 0.488 gram/cm. penurunan kadar air paling cepat terjadi pada biji kakao yang dikeringkan di atas terpal dengan ketebalan tumpukan 3 0. 787 gr/cm cm, yakni membutuhkan waktu 8 jam dan yang kering paling lama adalah biji kakao yang dikeringkan di atas terpal dengan ketebalan tumpukan 3 cm, yakni membutuhkan waktu l6 jam selama 2 hari. uji warna yang dilakukan pada kakao kering menunjukkan angka l rata-rata sebesar 65,30 yang berarti tingkat kecerahannya tinggi. nilai rata-rata a dan b yang diperoleh adalah 20.76 dan 12.46. tidak ada nilai a- dan b- pada perhitungan warna kakao kering. berdasarkan jumlah biji per 100 gram sampel, media para-para dengan tingkat ketebalan 3 cm merupakan media terbaik diantara media lantai semen, dan terpal. sedangkan media lantai semen dengan tingkat ketebalan cm merupakan media terbu
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENGERINGAN ALAMI (SUN DRYING) BIJI KAKAO FERMENTASI DENGAN BERBAGAI MEDIA JEMUR DAN TINGKAT KETEBALAN TUMPUKAN BIJI KAKAO. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2013
Baca Juga : PENGARUH WADAH FERMENTASI DAN KETEBALAN TUMPUKAN PADA PROSES FERMENTASI TERHADAP KUALITAS BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) (Anggun Welcy Andrianti, 2024)
Abstract
Baca Juga : DAMPAK KEBIJAKAN TARIF/BEA TERHADAP PASAR BIJI KAKAO DI INDONESIA (NADIA FRASTICA, 2020)