Ringkasan pemanfaatan biji kakao untuk dapat diolah menjadi komoditi lanjutan harus terlebih dahulu dijadikan sebagai bubuk kakao. proses pcnggilingan diperlukan untuk mengecilkan ukuaran dari biji kakao yang akan dimanfaatkan. tujuan penelitian ini adalah untuk mencari alat penggiling yang efektif dan efisien untuk proses penggilingan biji kakao. penelitian dilakukan dengan menggiling biji kakao dengan tiga alat penggiling yaitu disc mill, hummer mill dan lesung manual. penelitian dilakukan dengan menggiling biji kakao dengan tiga kali pengulangan pada tiap alat penggiling untuk mendapatkan data yang akurat. analisis yang dilakukan pada bubuk kakao hasil penggilingan dengan ketiga alat penggiling adalah kadar air bubuk kakao, porositas, angle of repose, warna, bulk density, derajat kehajusan dan rendemen. dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan ketiga alat penggiling diketahui bahwa bubuk kakao yang paling halus adalah bubuk kakao basil penggilingan dengan disc mill yang merupakan katagori sedang. sehingga bubuk kakao hasil penggilingan dengan disc mill diperoleh nilai rendemen yang tinggi yaitu 99,44%, kadar air bubuk kakao yang rendah yaitu 7.393%, derajat kehalusan yang rendah yaitu 3,775, bulk density yang tinggi yaitu 0,225 gr/cm', angle of repose yang rendah yaitu 35,631" dan porositas yang rendah yaitu 0,288. hasil penelitian menunjukkan warna bubuk kakao yang sama yaitu coklat tua kemerahan untuk semua perlakuan dan ulangan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KARAKTERISTIK BUBUK KAKAO KERING HASIL PENGGILINGAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011
Baca Juga : ANALISIS KARAKTERISTIK LAHAN TERHADAP KUALITAS KAKAO (THEOBROMA CACAO L) DI KABUPATEN PIDIE (CUT MULIA SARI, 2015)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PERLAKUAN PENCUCIAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIJI DAN LEMAK KAKAO (Fitri Muliati, 2024)