Pengukuran sifat-sifat fisika tanah sangat diperlukan di dalam perencanaan dan perancangan suatu proyek yang berkaitan dengan pengembangan wilayah, misalnya suatu daerah aliran sungai (das). sifat-sifat ini termasuk laju infiltrasi air secara vertikal ke dalan profit tanah. pengukuran leju infiltrasi di lapangan ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa kecepatan dan besaran masuknya atau meresapnya air secara vertikal ke dalam tubuh tanah. dengan mengamati atau menguii sifat ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang kebutuhan air irigasi yang diperlukan bagi suatu jenis tanah untuk jenis tanaman tertentu pada suatu saat. data laju infiltrasi ini juga dapat digunakan untuk menduga kapan suatu run-off akan teriadi bila suatu jenis tanah telah menerima sejumlah air tertentu baik melalui curah hutan ataupun irigasi dari suatu tandon air di permukan tanah. penelitian ini dilakukan didalam kawasan sub das krueng jreu dan di laboratorium fisika tanah lingkungan jurusan ilmu tanah fakultas pertanian universitas syiah kuala dalan jangka waktu 5 bulan (agustus - desember 2008). tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data dan peta. tahap selanjutnya adalah dilakukan overlay antara peta tatnguna lahan dengan peta jenis tanah yang bert`ujuan untuk menentukan titik-titik pengukuran infiltrasi dilapangan serta kemudian dilqjutkan dengan pengukuran infiltrasi dilapangan dengan menggunakan ring lnfiltrometer cincin ganda. analisa data dilakukan dengan mengunakan persamaan kostiakov & lewis, persanaan philips serta persamaan horton. sub das krueng jreu secara geografis terletak antara 5o12'35" - 5o26'09" lintang utara dan 95o20'39" bujur timur. dengan luas wilayah mencapai 22.176 ha, sub das krueng jreu memiliki beberapa pola pengunaan lahan, meliputi perkampungan, persawahan, kebun pekarangan, pertanian campuran, semak belukar serta hutan. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan laju dan akumulasi infiltrasi dengan menggunakan persamaan philips menghasilkan nilai yang paling mendekati dengan hasil pengukuran dilapangan. nilai laju infiltrasi akhir dari model philips pada semua tataguna lahan masing-masing sebesar: perkampungan (0,4245 cm/menit); persawahan (0,3025 cm/menit); tanah terbuka (02712 cm/menit); kebun pekarangan (0,3453 cm/menit); pertanian campuran (0,3637 cm/menit); semak belukar (0,3043 cm/menit); dan hutan (0,4286 cm/menit). sementana nilai akumulasi infiltrasi dari model philips masing-masing sebesar perkampungan (136,53 cm); persawahan 977,52 cm);tanah terbuka (133,46 cm); kebun pekarangan (130,52 cm); pertanian campuran (142,59 cm); semak belukar 90,69 cm); dan hutan (143,14 cm). nilai lqju dan akumulasi infiltrasi yang paling tinggi terdapat pada tataguna lahan berupa hutan, sedangkan yang terendah terdapat pada lahan persawahan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MODEL INFILTRASI PADA BEBERAPA TATAGUNA LAHAN DI SUB DAS KRUENG JREU ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2010
Baca Juga : ANALISIS DEBIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOCK DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH (Rahmatunnisa, 2018)
Abstract
Baca Juga : IDENTIFIKASI TINGKAT KEKRITISAN LAHAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA SUB DAS KRUENG JREU KABUPATEN ACEH BESAR (Melinda Indra, 2020)