Abstrak dengan munculnya uu no. 32 tahun 2004 tentang "pemerintah daerah" dan uu no. 33 tahun 2004 tentang "perimbangan keuangan antara pusat dan daerah ", selayaknya kota banda aceh akan melaksanakan otonomi daerah. akan tetapi, untuk melaksanakan otonomi daerah harus memiliki kemampuan keuangan daerah yang besar, sehingga terciptanya kemandirian. maka dari itu ketergantungan kepada bantuan pusat harus seminimal mungkin, jadi kota banda aceh harus dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (pad). untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (pad) perlu disusun strategi-strategi peningkatan pendapatan asli daerah. oleh karena itu skripsi ini menganalisis kinerja keuangan daerah kota banda aceh dan menyusun strategi peningkatan pendapatan asli daerah dalam meningkatkan jumlah pendapatan kota banda aceh sehingga dapat menciptakan kemandirian kota banda aceh. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan daerah kota banda aceh dan mengetahui strategi kebijakan yang dilakukan oleh dipenda dalam meningkatkan pendapatan asli daerah kota banda aceh. adapun lokasi penelitian skripsi ini pada dinas pendapatan kota banda aceh. data yang digunakan dalam skripsi ini adalah data sekunder dan data primer. dimana data primer diperoleh dari hasil interview dan observasi langsung. sedangkan data sekunder berup a laporan apbd tahun anggaran 2001-2005, serta laporan pendapatan asli daerah. penelitian ini mengambil 5 tahun analisa yaitu tahun 2001-2005. agar dapat terlihat jelas analisanya. dalam penelitian ini mengolah dan menganalisa hasil penelitian, digunakan metode kua lita tif yang bersifat deskriptif. dari hasil penelitian maka dapat dilihat kemandirian kota banda aceh masih sangat rendah, ini dapat dilihat dari rendahnya kemampuan pendapatan asli daerah (pad) dalam memenuhi pengeluaran daerah, dari 5 tah un analisa kemampuan yang dicapai sebesar : 3.51%, 4.97%, 2.73%, 4.30%, 2.40%. bila dilihat dari segi kemampuan kota banda aceh dalam menjalankan otonomi daerah juga sangat lemah, dapat dilihat dari kontribusi pendapatan asli daerah (pad) yang sangat rendah terhadap pendapatan daerah, selama 5 tahun analisa kontribusinya sebesar 3.06%, 4.59%, 2.68%. 4.67%, 2.28%. sedangkan sumbangan dari pusat/propinsi masih cukup tinggi memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah. yaitu sebesar : 9.98%, 7.71%, 9.91%, 1.53%, 6.37%. ini menunjukkan kota banda aceh masih tergantung pada bantuan dari pusat atau propinsi, untuk itu pendapatan asli daerah kota banda aceh perlu ditingkatan. dipenda kota banda aceh telah menyusun langkah-langkah peningkatan pendapatan ai daerah (pad) yaitu mengeluarkan peraturan wajib pajak dan retribusi, mengadakan pendataan wajib pajak dan wajib retribusi, penyusunan administrasi dan unit kerja. melakukan pembinaan aparatur perpajakan, melakukan penyuluhan dan memberikan informasi tentang pajak kepada masyarakat. akan tetapi untuk merealisasikannya tidaklah mudah, hal ini disebabkan adanya beberapa faktor yang secara langsung mempengaruhi terciptanya keberhasilan strategi yang telah ditetapkan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KINERJA KEUANGAN DAN STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDA ACEH ( STUDI KASUS PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA BANDA ACEH ). Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2006
Baca Juga : ANALISIS BELANJA DAERAH UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN/KOTA ACEH (MUHAMMAD HAFIZ FAHRIMAL, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI ACEH (Tri Pratiwi Prasetiyoningsih, 2016)