Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Sri Handayani, TEKNOLOGI PENGERINGAN AWAL PADA PROSES PENGOLAHAN KOPRA MENGGUNAKAN PLATE OVEN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007

Ringkasan kopra adalah putih lembaga atau isi kelapa yang dikeringkan. proses pengeringan ini meliputi 2 tahap yaitu pengeringan awal, dengan tujuan memudahkan melepaskan daging buah kelapa dari tempurungnya dan pengeringan akhir, yang bertujuan mendapatkan kopra kering dengan kadar air 7-8%. proses pengeringan kopra di masyarakat pada umumnya dilakukan secara tradisional yaitu dengan penjemuran di bawah terik matahar i atau dengan pengasapan (penyalean). pengeringan ini masih mempunyai kelemahan-kelemahan, pengeringan di bawah terik matahari selain membutuhkan tempat yang luas, waktu yang lama, panas yang tergantung dari alam juga hasil yang diperoleh kurang hygienis. begitu juga dengan cara pengasapan (penyalean). cara ini akan menghasilkan kopra yang berbau asap dengan warna coklat kehitaman. pengasapan ditempat yang terbuka kurang baik hasilnya karena kopra atau sumber apinya tidak terlindung dari hujan dan angin. selain itu, baha n setengah kopra yang dihasilkan dari proses pengeringan awal ini belum lekang sempuma, sehingga memerlukan banyak tenaga kerja untuk proses pemisahan daging buah dari tempurungnya. penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari pengeringan awal kopra yang lebih optimal dan hasil yang didapat lebih bermutu serta analisis ekonomisnya. dari hasil penelitian didapat bahwa, penurunan kadar air pada proses pengeringan awal kopra dengan menggunakan plate oven yang optimal diperoleh pada waktu pengeringan selama 6 jam dengan suhu 110c dan model tumpukan terbuka kebawah (w,ts) yaitu sebesar 21.68%. penurunan laju pengeringan pada proses pengeringan awal kopra dengan menggunakan plate oven yang optimal diperoleh pada waktu pengeringan selama 6 jam dengan suhu 11 o"c dan model tumpukan terbuka kebawah (wts) yaitu sebesar 3.61% bk/jam. kelekangan pada proses pengeringan awal kopra dengan menggunakan plate oven yang optimal diperoleh pada waktu pengeringan selama 6 jam dengan suhu 110'c dan model tumpukan terbuka kebawah (w,ts») yaitu sebesar 93,3%. pengeringan akhir pad a proses pengolahan kopra yang dihasilkan dari bah an kombinasi perlakuan w,ts dapat dicapai dengan tambahan waktu 6 jam dengan persen penurunan kadar air sebesar 8,0%. dari hasil uji organoleptik, bahan baku kopra yang dihasilkan dari proses pengeringan awal dengan menggunakan plate oven termasuk dalam kualitas f.m.s (fair merchantable sundried), yaitu putih agak kekuningan, harum manis (khas kopra),dan bersih. dari analisis ekonomi yang telah dilakukan, maka usaha pengeringan awal kopra menggunakan plate oven layak untuk dijalankan dengan keuntungan rp. 135.000/hari.



Abstract



    SERVICES DESK