Krisis moneter tahun 1997 mengakibatkan sebagian besar perusahaan di indonesia mengalami kesulitan finansial. fenomena ini menyebabkan perusahaan perlu melakukan revaluasi aset tetap untuk menyehatkan neracanya dengan meningkatkan nilai asetnya sesuai dengan nilai riil yang berlaku di masyarakat. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh, baik secara parsial maupun simultan, revaluasi aset tetap dan likuiditas terhadap peningkatan struktur modal (debt to equity ratio) perusahaan. perusahaan yang menjadi sample adalah perusahaan manufaktu yang melakukan revaluasi aset tetap di bursa efek indonesia. dan periode penelitian yang digunakan yaitu tahun 2008-2010. berdasarkan analisis regresi dapat disimpulkan bahwa secara parsial revaluasi asel tetap berpengaruh positif terhadap peningkatan struktur modal, sedangkan likuiditas tidak berpengaruh terhadap peningkatan struktur modal perusahaan.tetapi secara simultan nilai revaluasi aset tetap dan likuiditas berpengaruh terhadap peningkatan struktur modal.simpulan lain adalah bahwa perusahaan yang melakukan revaluasi aset tetap memiliki debt to equity ratio yang lebih besar daripada perusahaan yang tidak melakukan revaluasi. kata kunci: revaluasi aset tetap, likuiditas, dan struktur modal.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH REVALUASI ASET TETAP DAN LIKUIDITAS TERHADAP PENINGKATAN STRUKTUR MODAL PADARNPERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2012
Baca Juga : PENGARUH PROFITABILITAS, GROWTH OPPORTUNITY, COLLATERAL, CORPORATE TAX, DAN LIKUIDITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) (FARHAN RIANDA, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH LIKUIDITAS DAN MARKET TIMING TERHADAP NILAI PERUSAHAAN YANG DIMEDIASI OLEH STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG MELAKUKAN IPO DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) (Salsa Evania Br. Hutapea, 2024)