Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Subban Achi, PEMBIAKAN PARASITOID TETRASTICHUS BRONTISPAE PADA BERBAGAI STADIA INANG LARVA DAN PUPA BRONTISPA LONGISSIMA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2009

Ringkasan subban achi. pembiakan parasitoid tetrastichus brontispae pada berbagai stadia inang larva dan pupa brontispa longissima dibawah bimbingan sapdi sebagai ketua dan mawardinur sebagai anggota. penelitian pembiakan parasitoid t brontispae pada berbagai stadia inang b longissima, yang bertujuan untuk mengetahui berbagai stadia inang larva dan pupa b longissima yang efektif terhadap pembiakan parasitoid t brontispae, telah dilaksanakan di laboratorium hama tumbuhan dinas pertanian dan perkebunan kota sabang. penelitian ini berlangsung sejak bulan november hingga desember 2008. pembiakan parasitoid t brontispae dilakukan dengan cara memasukkan 10 t. imago parasitoid brontispae ke dalam tabung reaksi yang berisi larva dan pupa b longissima. pembiakan parasitoid t. brontispae dilakukan pada tiga instar inang yaitu instar 3, 4, 5 dan pupa awal sebagai perlakuan. pemaparan larva dan pupa b longissima terhadap parasitoid dilakukan selama dua hari kemudian parasitoid dikcluarkan dan dibiarkan sampai imago parasitoid keluar dari inang. selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap mortalitas inang, persentase parasitisasi dan jumlah parasitoid yang muncul. hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas inang tertinggi dijumpai pada pupa awal yaitu sebesar 86,00 %, kemudian larva instar 5 sebesa r 66,00%, sementara larva instar 3 dan 4 tidak ada mortalitas sama sekali. demikian pula persentase parasitasi tertinggi dijumpai pada pupa awal yaitu sebesar 86,00 % dan diikuti pada 5 larva instar sebesa r 36,00 %, sedangkan larva instar 3 dan instar 4 tidak ada inang yang terparasit. dengan demikian, perbedaan stadia inang berpengaruh terhadap keberhasilan parasitisasi. hal ini mengindikasikan bahwa stadia pupa awal dan larva instar terakhir lebih banyak terparasit atau dengan kata lain lebih disukai oleh parasitoid t brontispae. sebagaimana hasil pengamatan terhadap mortalitas dan persentase parasitisasi, pengamatan terhadap jumlah parasitoid yang muncul tertinggi dijumpai pada pupa awal yaitu sebesar 73 individu parasitoid, sedan gkan pada inang larv a 5 instar hanya sebesar 27 individu parasitoid, sementara pada larva instar 3 dan 4 tidak ada parasitoid yang muncul. hal ini membuktikan bahwa parasitoid t. brontispae lebih sesuai berkembang pada stadia pupa awal dan larva instar terakhir. dengan kata lain dapat dikatakan bahwa parasitoid t brontispae lebih menyukai inang yang sesuai untuk kelangsungan hidup keturunannya.



Abstract



    SERVICES DESK