Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Reyza Aliandri, KAJIAN MIKROZONASI MENGGUNAKAN METODE HVSR DI KOTA TAPAKTUAN. Banda Aceh Fakultas Teknik Geofisika,2024

Kota tapaktuan adalah daerah rentan terhadap bencana gempa bumi karena dilalui oleh sesar batee. berdasarkan data gempa yang tercatat di usgs, dalam 10 tahun gempa bumi yang cukup kuat dirasakan adalah gempa tapaktuan dengan magnitudo 4,0 pada tahun 2020. penyebab utama kerusakan akibat gempa bumi adalah sifat tanah yang dapat menguatkan gelombang. penelitian ini bertujuan untuk menghitung indeks kerentanan seismik (kg) serta kecepatan gelombang geser (vs) berdasarkan respons dan karakteristik tanah saat mengalami getaran di lokasi penelitian. perhitungan indeks kerentanan seismik (kg) serta kecepatan gelombang geser (vs) dilakukan melalui survei mikrotremor dan dianalisis menggunakan metode horizontal to vertical spectral ratio (hvsr). akuisisi data mikrotremor dilakukan pada 44 titik dengan durasi pengukuran 30 – 40 menit dan sampling rate 100 hz. data ini kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kurva h/v yang memberikan informasi terkait frekuensi dominan (fo) dan faktor amplifikasi (ao), serta indeks kerentanan seismik (kg). pengolahan selanjutnya adalah menginversikan kurva h/v untuk mendapatkan nilai rata-rata kecepatan gelombang geser sampai kedalaman 30 m (vs30). hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kota tapaktuan memiliki nilai frekuensi dominan (fo) berkisar dari 1,043 – 6,745 hz dan faktor amplifikasi (ao) berkisar dari 1,543 – 6,745. nilai frekuensi dominan (fo) yang lebih rendah serta nilai faktor amplifikasi (ao) yang lebih tinggi berada di daerah cekungan sedimen dan sepanjang tepi pantai. dari nilai dua parameter tersebut, dilakukan perhitungan nilai indeks kerentanan seismik (kg) yang berkisar dari 0,560 – 10,951. indeks kerentanan seismik (kg) yang cenderung tinggi berada di sebelah timur dan barat daerah penelitian. nilai vs30 kota tapaktuan berkisar dari 84,695 – 568,297 m/s. klasifikasi tanah menggunakan vs30 berdasarkan sni 1726:2019 menunjukkan bahwa kota tapaktuan didominasi oleh tanah lunak (se) dan tanah sedang (sd).



Abstract

Tapaktuan City is vulnerable to earthquakes because it is traversed by the Batee Fault. Based on earthquake data recorded at the USGS, in 10 years the strongest earthquake felt was the Tapaktuan earthquake with a magnitude of 4.0 in 2020. The main cause of damage from earthquakes is the nature of the soil, which can amplify waves. This research aims to calculate the seismic vulnerability (Kg) and shear wave velocity (Vs) based on the response and characteristics of the soil when experiencing vibrations at the research site. The calculation of seismic susceptibility (Kg) and shear wave velocity (Vs) was conducted through microtremor surveys and analyzed using the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method. Microtremor data acquisition was conducted at 44 points with a measurement duration of 30 – 40 minutes and a sampling rate of 100 Hz. This data was then processed and analyzed to obtain H/V curves that provide information related to the dominant frequency (fo), amplification (Ao), and seismic vulnerability (Kg). Further processing is to inverse the H/V curve to obtain the average value of shear wave velocity to a depth of 30 m (Vs30). The results of this study show that Tapaktuan City has dominant frequency (fo) values ranging from 1,043 – 6,745 Hz and amplification (Ao) ranging from 1,543 – 6,745. Lower values of dominant frequency (fo) and higher values of amplification factor (Ao) are located in the sediment basin and along the coastal edge. From the values of these parameters, the seismic vulnerability (Kg) is calculated, which ranges from 0.560 - 10.951. The seismic vulnerability (Kg) tends to be high in the east and west of the study area. The Vs30 value of Tapaktuan City ranges from 84.695 - 568.297 m/s. Soil classification using Vs30 based on SNI 1726:2019 shows that Tapaktuan City is dominated by soft soil (SE) and medium soil (SD).

Baca Juga : PUSAT SENI BUDAYA TAPAKTUAN TEMA : LOCALITY (Murdiana, 2017)



    SERVICES DESK