Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nadia Sofi Alyandara, PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) AKIBAT DOSIS NITROGEN DAN INTERVAL PENYIRAMAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian (S1),2024

Kelor (moringa oleifera l.) termasuk salah satu tanaman yang banyak manfaat, padat nutrisi dan berkhasiat. tanaman kelor dapat digunakan sebagai sumber pangan, obat alami, pakan ternak dan penjernih air mulai dari biji, bunga, daun, batang dan akarnya. tanaman kelor mampu mentoleransi lingkungan tumbuh yang ekstrem seperti suhu tinggi dan musim kemarau yang lama. selain itu, tanaman kelor memiliki pertumbuhan yang cepat dan mampu bertahan pada kondisi tanah yang miskin unsur hara. tanaman kelor memiliki potensi yang tinggi namun di indonesia hingga saat ini masih sedikit masyarakat yang membudidayakan tanaman kelor, hal ini dikarenakan masyarakat masih kurang mengetahui mengenai kandungan pada kelor serta cara budidaya kelor yang masih tergolong rendah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis nitrogen dan interval penyiraman serta interaksi diantara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelor. penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan fakultas pertanian universitas syiah kuala, laboratorium tanah dan tanaman, laboratorium ilmu dan teknologi benih, dan laboratorium analisis pangan dan hasil pertanian, fakultas pertanian universitas syiah kuala. penelitian ini berlangsung dari bulan februari sampai dengan juni 2024. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial 4 x 3 yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. faktor pertama adalah dosis nitrogen yang terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol, 3 g, 9 g dan 15 g tanaman-1. faktor kedua adalah interval penyiraman yang terdiri atas 3 taraf yaitu penyiraman setiap hari (kontrol), penyiraman 3 hari dan penyiraman 6 hari. hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis nitrogen berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati, namun pertumbuhan vegetatif bibit kelor yang yang cenderung lebih baik dijumpai pada pemberian dosis nitrogen 15 g tanaman-1. interval penyiraman berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 8 minggu setelah pindah tanam (mspt), diameter batang pada umur 6, 8, 10 dan 12 mspt, bobot basah daun pada umur 7 mspt dan bobot kering daun pada umur 7 mspt, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 mspt. pertumbuhan vegetatif bibit kelor terbaik didapatkan pada interval penyiraman setiap hari. tidak terdapat interaksi antara dosis nitrogen dengan interval penyiraman terhadap semua parameter yang diteliti.



Abstract

Moringa (Moringa oleifera L.) is a plant that has many benefits, is nutrient dense and nutritious. Moringa plants can be used as a source of food, natural medicine, animal feed and water purifier starting from the seeds, flowers, leaves, stems and roots. Moringa plants are able to tolerate extreme growing environments such as high temperatures and long dry seasons. Apart from that, Moringa plants have fast growth and are able to survive in nutrient-poor soil conditions. Moringa plants have high potential, but in Indonesia until now there are still few people who cultivate Moringa plants, this is because people still don't know enough about the contents of Moringa and how to cultivate Moringa which is still relatively low. This research aims to determine the effect of nitrogen dose and watering interval as well as the interaction between these two factors on the vegetative growth of Moringa seedlings. This research was carried out at the Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Soil and Plant Laboratory, Seed Science and Technology Laboratory, and Food and Agricultural Product Analysis Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. This research took place from February to June 2024. This research used a Randomized Block Design with a 4 x 3 factorial pattern consisting of 2 treatment factors. The first factor is the nitrogen dose which consists of 4 levels, namely control, 3 g, 9 g and 15 g plant-1. The second factor is the watering interval which consists of 3 levels, namely watering every day (control), watering 3 days and watering 6 days. The results of the study showed that the nitrogen dose had no significant effect on all the parameters observed, but the vegetative growth of Moringa seedlings tended to be better when a nitrogen dose of 15 g plant-1 was given. Watering intervals have a very significant effect on plant height at 8 weeks after transplanting (WAT), stem diameter at 6, 8, 10 and 12 WAT, leaf wet weight at 7 WAT and leaf dry weight at 7 WAT. on plant height at 6 WAT. The best vegetative growth of Moringa seedlings is obtained at daily watering intervals. There was no interaction between nitrogen dose and watering interval on all parameters studied.



    SERVICES DESK