Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Asmawati, HUBUNGAN KARAKTERISTIK HABITAT TERHADAP KEPADATAN LARVA ANOPHELES SP. DI WILAYAH KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II BANDA ACEH. Banda Aceh Prog. Studi Magister Pengelolaan Lingkungan,2024

Abstrak malaria adalah salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia termasuk indonesia. meskipun berbagai upaya telah dilakukan namun mekanisme penularan masih terjadi. malaria disebabkan oleh plasmodium dengan perantara nyamuk anopheles sp. keberadaan nyamuk dewasa sangat ditentukan oleh perkembangan hidup sebelumnya. kelangsungan perkembangan telur, larva dan pupa berkaitan dengan perilaku dan kebisaaan memilih habitat untuk kelangsungan hidupnya. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik lingkungan fisik, biotik dan abiotik habitat perkembangbiakan terhadap kepadatan larva anopheles sp di wilayah kerja kantor kesehatan pelabuhan kelas ii banda aceh. penelitian ini adalah survei dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional study yaitu menganalisa karakteristik lingkungan habitat terhadap kepadatan larva anopheles sp. lokasi penelitian dilakukan di pelabuhan malahayati dan pelabuhan ulee lheue. titik pengambilan sampel habitat di area perimeter dan buffer. variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu karakteristik lingkungan fisik, karakteristik lingkungan biotik dan karakteristik lingkungan abiotik sementara variabel dependen adalah kepadatan larva anopheles sp. analisis data terdiri dari analisa univariat dan bivariat uji korelasi spearman rank (rho) dengan software spss (statistical product and service solutiom). hasil penelitian menunjukkan bahwa luas permukaan habitat memiliki hubungan dengan keberadaan larva di pelabuhan malahayati (p hitung = 0,053 < p value =0,050), hal ini menunjukkan pentingnya luas habitat sebagai faktor pendukung kehidupan larva anopheles. sementara itu, di pelabuhan ulee lheue, kedalaman air menunjukkan hubungan dengan keberadaan larva (p hitung = 0,053 < p value 0,050). karakteristik habitat abiotik seperti pencahayaan, suhu, dan ph tidak memiliki hubungan dengan keberadaan larva di kedua pelabuhan. namun salinitas (kadar garam) menunjukkan hubungan dengan keberadaan larva di pelabuhan malahayati (p hitung = 0,009 < p value = 0,050). sementara untuk karakteristik habitat biotik di pelabuhan ulee lheue, predator memiliki hubungan dengan keberadaan larva (p hitung = 0,028 < p value = 0,050). kesimpulannya, terdapat habitat potensial untuk perkembangbiakan vektor malaria di pelabuhan malahayati dan pelabuhan ulee lheue, hal ini harus diwaspada karena kedua lokasi tersebut berada dalam daerah eliminasi malaria sehingga akan menjadi daerah reseptif malaria dan berpotensi kembali terjadinya mekanisme penularan penyakit malaria. pemahaman terhadap perbedaan karakteristik habitat di kedua pelabuhan ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk perencanaan dan pengelolaan lingkungan yang berfokus dalam mengurangi populasi larva anopheles di wilayah kerja tersebut. kata kunci : kepadatan larva anopheles, habitat, pelabuhan malahayati, pelabuhan ulee lheue



Abstract

ABSTRACT Malaria disease remains a significant global health issue, including in Indonesia. Despite various efforts to combat the disease, transmission mechanisms persist. Malaria is caused by Plasmodium, transmitted by Anopheles mosquitoes. The presence of adult mosquitoes is significantly influenced by their earlier developmental stages. The survival of eggs, larvae, and pupae is related to their behavior and habitat selection. This study aims to investigate the relationship between the physical, biotic, and abiotic environmental characteristics of breeding habitats and the density of Anopheles larvae in the jurisdiction of the Class II Port Health Office of Banda Aceh. This research employs a descriptive analytical survey method with a cross-sectional study approach, analyzing habitat environmental characteristics in relation to Anopheles larval density. The study locations are Malahayati Port and Ulee Lheue Port, with sample habitat points taken from perimeter and buffer zones. The research variables consist of independent variables, including physical, biotic, and abiotic environmental characteristics, while the dependent variable is the density of Anopheles larvae. Data analysis includes univariate and bivariate analyses using Spearman Rank correlation tests (rho) with SPSS (Statistical Product and Service Solution) software. The results indicate that habitat surface area is related to larval presence in Malahayati Port (p = 0.053 < 0.050), underscoring the importance of habitat size as a factor supporting the life of Anopheles larvae. Meanwhile, in Ulee Lheue Port, water depth is associated with larval presence (p = 0.053 < 0.050). Abiotic habitat characteristics such as lighting, temperature, and pH show no relationship with larval presence in either port. However, salinity (salt content) is related to larval presence in Malahayati Port (p = 0.009 < 0.050). Regarding biotic habitat characteristics in Ulee Lheue Port, the presence of predators is related to larval presence (p = 0.028 < 0.050). In conclusion, there are potential breeding habitats for malaria vectors in Malahayati Port and Ulee Lheue Port. This is concerning because both locations are within malaria elimination areas, making them receptive regions for malaria and potentially enabling the resurgence of malaria transmission mechanisms. Understanding the differences in habitat characteristics between the two ports can provide valuable insights for environmental planning and management focused on reducing Anopheles larval populations in these operational areas. Keyword : Keywords: Anopheles larval density, habitat, Malahayati Port, Ulee Lheue Port



    SERVICES DESK