Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
T Beni Munandar, ANALISIS SIFAT FISIKA TANAH DAN KAPASITAS KERJA SERTA PENGARUH PEMBERIAN MULSA JERAMI DENGAN PENGOLAHAN TANAH SECARA MEKANIS. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011

Perkembangan tanah selalu mengalami perubahan sifat-sifat fisik dan mekanik baik secara alami maupun akibat kegiatan manusia seperti petani memhakar jerami di tempat. tanpa disadari, tujuan membakar jerami di tempat adalah dapat mengembalikan hama dari jerami ke dalam tanah, mematikan hama yang tertinggal pada jerami, mematikan hama penyakit dan memusnahkan gulma. dalam pengolahan tanah hal ini dapat memperbaiki struktur tanah yang diyakini dapat meningkatkan mutu hasil pertanian. namun sampai saat ini belum diketahui pasti tingkat pengolahan tanah yang dibutuhkan oleh berbagal tanaman. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa sifat fisika tanah, hubungan sifat fisik tanat terhadap dosis pemberian jerami dan menghitung kapasitas kerja dan slip roda hand traktor pada lahan penelitian. penelitian ini dilakukan di laboratorium alat dan mesin pertanian dan iaboratorium fisika tanah serta iahan peroobaan bina tani, kecamatan darussalam, kabupaten aceh besar. penelitian dilaksanakan pada bulan april 2011 sampai dengan juli 2011. areal yang digunakan meliputi 8 petakan lahan yang masing-masing petak berukuran 7 x 5 m, dengan perlakuan 4 petak olah tanah (ot) dan perlakuan 4 petak tanpa olah tanah (tot) dengan berbagai dosis pemberian jerami yaitu tanpa jerami, 3 ton/ha, 5 ton/ha dan 7 ton/ha. hasil penelitian menunjukkan dari analisis fisika tanah terdiri dari 64% pasir, 24% debu dan 12% fiat. berdasarkan hubungan bulk density (bd) terhadap perlakuan tanpa olah tanah (tot) pemberian dosis jerami menunjukkan nilai yaitu toto sebesar 1.36 g.cm-3, tot3 sebesar 1.29 g.cm-3,tot5 sebesar 1.31 g.cm-3 dan tot7 sebesar 1.26 g.cm-3. sedangkan perlakuan olah tanah (ot) pemberian dosis jerami menunjukkan nilai oto sebesar 1.23 g.cm-3, ot3 sebesar 1.20 g.cm-3, ot5 sebesar 1.15 g.cm3 dan ot7 sebesar 1.04 g.cm3. hal ini menunjukkan semakin banyak pemberian dosis jerami maka semakin menurun nilai bd. berdasarkan hubungan porositas total terhadap perlakuan tanpa olah tanah (tot) pemberian dosis jerami menunjukkan nilai yaitu toto sebesar 47%, tot3 sebesar 50%, tot5 sebesar 50% dan tot7 sebesar 53%. sedangkan perlakuan olah tanah (ot) pemberian dosis pemberian jerami menunjukkan nilai oto sebesar 56%, ot3 sebesar 58%, ot5 sebesar 61% dan ot7 sebesar 63%. hal hi menunjukhan semakin tinggi pemberian dosis jerami maka semakin besar nilai porositas total yang dihasilkan. hal ini disebabkan bahan jerami merupakan bahan organik yang memiliki unsur hara tetapi apabila dicampur dalam struktur tanch akan teriadi dekomposisj sehingga njlai sifat fisik tanah berubah terutama pada nilai bulk density menurun dan nilai porositas total meningkat. berdasarkan hubungan permeabilitas terhadap perlakuan tanpa olah tanah (tot) pemberian dosis jerami menunjukkan nilai yaitu toto sebesar 0,'96 cm.jam-i, tot3 sebesar 2,19 cm.jam-i, tots sebesar 2,14 cm.jam-i dan tot7 sebesar 3 cm.jam-i. sedangkan perlakunn olah tanah (ot) pemberian dosis pemberian jerami menunjukkan nilai oto sebesar 2,86 cm.jam-i, ot3 sebesar 5,66 cm.jam-i, ot5 sebesar 7,90 cm.jam-i dan ot7 sebesar 10,24 cm.jam-i. hal ini menunjukhan perlakuan olah tanah (ot) dengan tanpa olah tanah (tot), bahwa nilai permeabilitas sama-sama meningkat terhadap pengaruh pemberian dosis jerami. berdasarkan hubungan kadar air terhadap perlakuan tanpa olah tanah (tot) pemberian dosis jerami menunjukkan nilai yaitu roto sebesar 9,78%, tot3 sebesar 15,12%, tots sebesar 16,33% dan tot7 sebesar 17,91%, hal ini menjelaskan semakin banyak pemberian dosis jerami maka semakin meningkat nilai kadar air. sedangkan perlakuan olah tanah (ot) pemberian dosis pemberian jerami menunjukkan nilai oto sebesar 15,17%, ot3 sebesar 16,68%, ot5 sebeisar 13,11% dan ot7 sebesar 13,44%. hal ini dapat dijelaskan pada perlakuan ot5 den ot7 nilai kadar air berbanding berbalik dengan ot3, hal ini disebabkan pada perlakuan ot5 dan ot7 tidak banyak terdapat gulma.karena teriadi evaporasi terhadap ke dalam tubuh tanah sehingga transpirasi kepori-pori tanah yang lain maka kadar air yang didapatkan kecil dalam persentase. di antara ketiga pengulangan yang ada nilai, kapasitas lapang efektif terdapat nilal tertinggi yaitu 0,0166 ha/jam pada ulangan kedua. pada kapasitas lapang teoritis nilal tertinggi pada ulangan pertama dan kedua mempunyai nilai yang sama sebesar 0,0230 ha4am, hal ini dijelaskan semakin teriadi pengulangan yang diolah maka kapasitas lapang teoritis semakin kecil. sedangkan nilai efisiensi yang tertinggi pada ulangan ketiga sebesar 72,1%. hal ini tergantung dari besarnya nilai kapasitas lapang efektif yang dimiliki dari masing-masing ulangan. hasil nilai slip roda hand traktor terdapat nilai yang tertinggi pada ulangan kedua sebesar 25,4%.



Abstract



    SERVICES DESK