Kelurahan air pacah merupakan pusat pemerintahan kota padang yang baru. hal tersebut menyebabkan terjadinya pembangunan yang pesat di kelurahan air pacah sehingga mengurangi daerah resapan air. bencana banjir terakhir terjadi di kelurahan air pacah pada bulan agustus 2022 dengan ketinggian air berkisar 50 – 90 cm. bencana banjir yang terjadi di kelurahan air pacah disebabkan dengan curah hujan intensitas tinggi dengan durasi melebihi dari 3 jam. oleh karena itu diperlukan kajian mengenai arahan pengendalian bencana banjir di kelurahan air pacah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir dan merumuskan arahan pengendalian bencana banjir di kelurahan air pacah. penelitian ini disusun dengan menggunakan data primer dan data sekunder. variabel dalam penelitian ini berupa data kemiringan lereng, struktur tanah, intensitas curah hujan, dan penggunaan lahan di kelurahan air pacah kota padang. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. metode analisis kuantitatif yaitu analisis kondisi fisik dasar dan analisis superimpose. hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya banjir di kelurahan air pacah disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak mau menjaga lingkungan, selain itu kelurahan air pacah juga umumnya memiliki topografi yang rendah sehingga menampung aliran air dari gunung kerinci. kondisi drainase yang tidak terawat juga menyebabkan genangan terus menumpuk sehingga terjadinya banjir. selain itu, banjir juga disebabkan karena kurangnya daerah resapan air yang disebabkan kurangnya pengendalian pembangunan. mitigasi bencana banjir yang dapat dilakukan yaitu dengan istem saluran pembuangan terpadu, metode penanggulangan banjir flood proofing, mempartisipasikan masyarakat dalam penanganan banjir di area dengan tingkat kepadatan tinggi, dan pemeliharaan drainase. pemerintah juga dapat memaksimalkan kebijakan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir, sosialisasi dan pelatihan masyarakat, peningkatan sistem peringatan bencana, serta membudayakan kearifan lokal masyarakat. kata kunci: tingkat kerawanan banjir, analisis superimpose, arahan fisik, arahan nonfisik, arahan pengendalian banjir
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ARAHAN PENGENDALIAN BENCANA BANJIR DI RNKAWASAN PERKOTAANRN(STUDI KASUS KELURAHAN AIR PACAH KOTA PADANG). Banda Aceh ,2024
Baca Juga : KAJIAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BIREUEN UNTUK STRATEGI MITIGASI BENCANA (Ulfi Rahmah, 2024)
Abstract
Air Pacah Village is the center of the new Padang City government. This has caused rapid development in the Air Pacah Village, thereby reducing the water catchment area. The last flood disaster occurred in Air Pacah Village in August 2022 with water levels ranging from 50 – 90 cm. The flood disaster that occurred in Air Pacah Village was caused by high intensity rainfall with a duration of more than 3 hours. Therefore, a study is needed regarding directions for controlling flood disasters in Air Pacah Village. This research aims to determine the causes of flooding and formulate directions for controlling flood disasters in Air Pacah Village. This research was prepared using primary data and secondary data. The variables in this research are data on slope slope, soil structure, rainfall intensity and land use in Air Pacah Village, Padang City. This research uses quantitative and qualitative approaches. Quantitative analysis methods are analysis of basic physical conditions and superimpose analysis. The research results show that the cause of flooding in Air Pacah Village is caused by people's habits of throwing rubbish carelessly and not wanting to protect the environment. Apart from that, Air Pacah Village also generally has low topography so that it accommodates water flows from Mount Kerinci. Poorly maintained drainage conditions also cause puddles to continue to accumulate, resulting in flooding. Apart from that, flooding is also caused by a lack of water catchment areas due to a lack of development control. Flood disaster mitigation that can be carried out is with an integrated drainage system, flood proofing flood management methods, community participation in flood management in high density areas, and drainage maintenance. The government can also maximize community preparedness policies for flood disasters, community outreach and training, improve disaster warning systems, and cultivate local community wisdom. Keywords: Flood vulnerability level, superimpose analysis, physical direction, non-physical direction, basic physical condition, flood control direction
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KINERJA BPBD KABUPATEN PIDIE DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR (SYAWALUDDIN, 2016)