Kabupaten aceh barat merupakan salah satu kabupaten yang hancur total akibat musibah dan tsunami pada tahun 2004. bencana tsunami merupakan bencana yang tidak jelas kapan datangnya sehingga mengharuskan masyarakat dan pemerintah kecamatan samatiga dan kabupaten aceh barat untuk menyiapkan perencanaan mitigasi yang baik. maka dari itu, perlu dilakukannya penelitian terkait kajian risiko dan mitigasi bencana tsunami sehingga dapat meningkatkan ketahanan daerah dan masyarakat yang ada di kawasan rawan bencana tsunami. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan, bahaya, risiko dan mitigasi bencana tsunami di kecamatan samatiga. metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang digunakan untuk menjelaskan gambar dan peta dan kuantitatif untuk menjelaskan nilai nilai dari hasil pengolahan data analisis spasial. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian risiko bencana di kecamatan samatiga terdiri dari 5 klasifikasi yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. tingkat risiko sangat tinggi memiliki luas 769,4 ha atau 22.5% dari total luas wiilayah yang berada di daerah pesisir kecamatan samatiga. tingkat risiko tinggi seluas 1444,02 ha atau sebesar 42.9% yang juga berada didaerah pesisir kecamatan samatiga, sementara itu tingkat risiko sedang memiliki luas 766.14 ha atau 22.7%, tingkat risiko rendah seluas 243.3 ha atau 7.2% dan sangat rendah memilik luas 154.5 ha atau 4.6%mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan yaitu mitigasi struktural dengan membangun jalur dan bangunan evakuasi serta penambahan breakwater dan tanaman mangrove di pesisir pantai. mitigasi non struktural dapat dilakukan dengan pengendalian pembangunan, peningkatan sosialisasi dan melakukan simulasi. kata kunci: risiko bencana, kawasan pesisir, mitigasi bencana, tsunami, aceh barat
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS RISIKO BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT. Banda Aceh Fakultas Teknik,2024
Baca Juga : PEMETAAN RAWA GAMBUT ACEH BARAT BAGIAN BARAT (Muhammad Reysa, 2024)
Abstract
West Aceh Regency was one of the Regency that was completely destroyed by the disaster and tsunami in 2004. The tsunami disaster was a disaster that was not clear when it would come, so it required the community and government of Samatiga Subdistrict and West Aceh Regency to prepare good mitigation plans. Therefore, it is necessary to carry out research related to tsunami disaster risk assessment and mitigation so that it can increase the resilience of regions and communities in tsunamiprone areas. This research aims to determine the level of vulnerability, danger, risk and mitigation of the tsunami disaster in Samatiga District. The analytical method used is descriptive qualitative which is used to explain images and maps and quantitative to explain the values from the results of spatial analysis data processing. The results of this research show that the disaster risk assessment in Samatiga District consists of 5 classifications, namely very low, low, medium, high and very high. The very high risk level has an area of 769.4 Ha or 22.5% of the total area in the coastal area of Samatiga District. The high risk level has an area of 1444.02 Ha or 42.9% which is also in the coastal area of Samatiga District, meanwhile the medium risk level has an area of 766.14 Ha or 22.7%, the low risk level has an area of 243.3 Ha or 7.2% and very low has an area of 154.5 Ha or 4.6% Tsunami disaster mitigation that can be carried out is structural mitigation by building evacuation routes and buildings as well as adding breakwaters and mangrove plants on the coast. Non-structural mitigation can be done by controlling development, increasing socialization and carrying out simulations. Keywords: Disaster Risk, Coastal Areas, Disaster Mitigation, Tsunami, West Aceh Regency
Baca Juga : PENILAIAN KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN PESISIR KOTA BANDA ACEH (HAURA NABRISA, 2025)