Collaborative governance merupakan suatu proses kerja sama yang dilakukan oleh beberapa pihak yang terlibat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang terjadi. perjudian online merupakan suatu permainan yang illegal dimainkan melalui aplikasi ataupun website yang terdapat nilai taruhan di dalam permainan tersebut sehingga memberikan kerugian untuk sebelah pihak dan permainan jdui online haram hukumnya untuk dimainan, untuk menyelesaikan kasus judi online tersebut diperlukannya pencegahan supaya dapat menahan permainan judi online tidak berkembangan menjadi lebih dan tidak dapat dimainkan oleh masyarakat. kabupaten bireuen merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah pelaku judi online yang banyak ditemui sehingga hal tersebut menggambarkan bahwa perlunya cara pencegahan yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten bireuen untuk menyelesaikan masalah judi online pada saat ini terjadi. penelitian ini bertujuan untuk mengatahui dan menjelaskan cara pemerintah kabupaten bireuen melakukan pencegahan melalui kolaborasi terhadap perjudian online yang sedang terjadi pada saat ini. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. penelitian ini menggunakan teori kolaborasi menurut mors dan stephens (2012) dengan 4 indikator assessment, initation, deliberation, implementastion. dalam penelitian ini hasil yang didapatkan dilapangan adalah upaya kolaborasi yang dilakukan dalam pencegahan perjudian online di kabupaten bireuen belum maksimal dikarenakan terdapat beberapa indikator yang belum dilaksanakan dengan baik dan ditambah dengan kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten bireuen belum melibatkan masyarakat dan swasta kedalam kolaborasi yang dilakukan tersebut sehingga membuat pencegahan yang dilakukan dalam upaya pencegahan perjudian online di kabupaten bireuen belum dapat berjalan dengan apa yang diharapkan. adapun hambatan yang ditemui dilapangan dalam melakukan kolaborasi terhadap pencegahan perjudian online di kabupaten bireuen adalah masih ada kurang pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi dan kurangnya pemahaman terhadap bahaya judi online dari masyarakat kabupaten bireuen. kata kunci: collaborative governance, judi online, pencegahan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENCEGAHAN PERJUDIAN ONLINE DI KABUPATEN BIREUEN. Banda Aceh Fakultas FISIPOL,2024
Baca Juga : EFEKTIVITAS COLLABORATIVE GOVERNANCE DI GAMPONG LAMGUGOB KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH DALAM PENANGGULANGAN WABAH COVID-19 (Hilmi Khoiriyah, 2023)
Abstract
Collaborative governance is a process of cooperation carried out by several parties involved to solve a problem that is happening. Online gambling is an illegal game played through an application or website that has a betting value in the game so that it provides losses for one party and online gambling games are illegal to play, to solve the online gambling case, prevention is needed so that it can prevent online gambling games from developing into more and cannot be played by the community. Bireuen Regency is one of the regencies with a large number of online gambling players so that this illustrates that the need for prevention methods that must be carried out by the Bireuen Regency government to solve the problem of online gambling at this time. This research aims to find out and explain how the Bireuen Regency government conducts prevention through collaboration against online gambling that is currently happening. This research uses qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews and documentation. This research uses collaboration theory according to Mors and Stephens (2012) with 4 indicators of Assessment, Initation, Deliberation, Implementation. In this study, the results obtained in the field are that the collaboration efforts carried out in preventing online gambling in Bireuen Regency have not been maximized because there are several indicators that have not been implemented properly and coupled with the collaboration carried out by the Bireuen Regency government has not involved the community and the private sector into the collaboration carried out so as to make the prevention carried out in efforts to prevent online gambling in Bireuen Regency cannot run as expected. The obstacles encountered in the field in collaborating on the prevention of online gambling in Bireuen Regency are that there is still a lack of understanding of the main tasks and functions of the parties to the collaboration and a lack of understanding of the dangers of online gambling from the people of Bireuen Regency. Keywords: Collaborative Governance, Online Gambling, Prevention
Baca Juga : PERAN HUMAS KEPOLISIAN RESOR KOTA (POLRESTA) DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN MEDIA ONLINE SEBAGAI WAHANA PERJUDIAN DI BANDA ACEH (BELLA FADILLA, 2016)