Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Dara Ayu Chairunnisa, ANALISIS PROGRAM BAPAK ASUH ANAK STUNTING (BAAS) DALAM PERCEPATAN PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI KABUPATEN BENER MERIAH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,2024

Abstrak stunting merupakan suatu kondisi terhadap tumbuh kembang anak yang mengalami keterhambatan disebabkan oleh kekurangan gizi dengan waktu yang lama atau kronis, dimana gangguan gizi dapat terjadi pada fase 1.000 hari pertama kehidupan (hpk) dimulai pada saat pembentukan janin selama 270 hari sampai dengan anak berusia dua tahun dengan hitungan 730 hari. resiko yang disebabkan oleh stunting dapat menghambat dan mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan daya produktivitas sumber daya manusia dengan kata lain stunting dapat diartikan sebagai penghambat atas tumbuh kembang anak, sehingga menyebabkan menurunya kualitas pada sumber daya manusia. adapun peran pemerintah sangat diperlukan dalam upaya penurunan prevalensi stunting melalui program yang dapat menekan penurunan stunting salah satunya penetapan bapak asuh atau baas. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui keberhasilan implementasi program baas dalam percepatan penurunan prevalensi stunting di kabupaten bener meriah ditinjau dari teori implementasi kebijakan oleh grindle sebagai acuan dasar. teori implementasi kebijakan mengenai keberhasilan suatu implementasi tidak lepas dari adanya peran aktor yang memiliki power dan berpengaruh sebagai pemangku kepentingan yang memiliki strategi pada pelaksanaan kebijakan. adapun penggunaan metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif melalui pendekatan deskriptif. hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberhasilan pada pelaksanaan kebijakan tidak lepas dari peran pemangku kepentingan yang memiliki power dan strategi guna mempengaruhi masyarakat, sehingga program baas dijadikan sebagai program keterlibatan pemangku kepentingan dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting yang menyasar langsung kepada kelompok sasaran. selain itu penetapan baas juga berperan dalam mengatasi kendala yang menjadi penghambat pada saat berlangsungnya implementasi kebijakan dengan menggunakan pola pendekatan langsung, dimana budaya menjadi faktor utama yang mempengaruhi psikologis masyarakat bener meriah yaitu membentuk prilaku sanitasi dan pola asuh yang tidak baik serta menjadi unsur penolakan program penurunan stunting. sehingga hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa peran pemangku kepentingan yang memiliki power dan penggunaan strategi yang tepat dapat mewujudkan suatu keberhasilan dari pada implementasi program percepatan penurunan stunting guna mewujdukan kualitas sumber daya manusia. kata kunci: prevalensi stunting, kualitas sumber daya manusia dan baas



Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition in which a child’s growth and development is hampered due to long-term or chronic malnutrition where nutritionaln disorders can occur during the first 1,000 days of life (HPK) phase wich begins at the time of fetal formation for 270 days until is aged two years with a count 730 days. The risk caused by stunting can hinder and influence the growth and the development of human resources, so the government’s role is very necessary in efforts to reduce the prevalence of stunting through programs than can one way to reduce stunting is by establishing foster fathers or BAAS. This research aims to examine and determine the success of the implementation of the BAAS program in accelerating the reduction of stunting prevalance in Bener Meriah Regency in terms of policy implementation theory by Grindle as a basic reference. Policy implementation theory regarding the success of an implementation cannot be separated from the role of actors who have influential power as stakeholders who have strategies for implementing policies. The research method used in qualitative through as descriptive approach. The results of this research show that success in policy implementation cannot be separated from the role of stakeholders who have power and have startegies to influence society, so that the BAAS program is prevalence wich tergets directly at the target group. Apart from that, the establishment of BAAS also plays a role in overcoming obtacless that become obtacless during the implementation of policies by using a direct approach, where culture is the main factor that influences people’s psychology, which shapes poor sanitation behavior and parenting patterns and becomes a source of resitance to reduction programs stunting. So from these findings it can be concluded that the role of policy makers who have the power and use the right strategy can realize success in implementing an accelerated stunting reduction program in order to realize the quality of human resources. Keywords: Prevalence Stunting, Quality Of Human Resources and BAAS



    SERVICES DESK