Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Alicia Balqis Buniarto Putri, KAJIAN TINGKAT KEBERLANJUTAN PERMUKIMAN NELAYAN DI DESA SUKA MAJU KABUPATEN SIMEULUE. Banda Aceh Fakultas Teknik,2024

Kabupaten simeulue merupakan kabupaten yang dikelilingi oleh lautan dengan mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan sehingga banyak permukiman berada di pesisir pantai. banyak masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya di daerah tempat mereka tinggal, namun kondisi permukiman nelayan di desa suka maju umumnya kurang baik. hal tersebut terlihat dari sarana prasarana yang tidak terawat dan kurangnya fasilitas pendukung bagi nelayan. kondisi ini tidak sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan tiga aspek yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. agenda nasional tpb merupakan salah satu bentuk aksi pemerintah untuk mewujudkan permukiman nelayan yang sustainable. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat keberlanjutan permukiman nelayan di desa suka maju dengan metode teknik analisis multidimensional scaling. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan permukiman di desa suka maju dapat dikategorikan kurang berkelanjutan dengan nilai 38,72. nilai masing-masing dimensi yaitu, tidak berkelanjutan pada dimensi ekonomi dengan nilai 13,30, kurang berkelanjutan pada dimensi lingkungan dengan nilai 40,21, dan cukup berkelanjutan pada dimensi sosial dengan nilai 62,65. hal ini menunjukkan bahwa dimensi ekonomi memiliki tingkat keberlanjutan paling rendah, ketidakberlanjutan pada dimensi ekonomi disebabkan oleh tidak aktifnya koperasi desa, pendapatan dan tingkat menabung yang rendah, dan hampir seluruh nelayan tidak memiliki pekerjaan sampingan. dimensi lingkungan juga masuk dalam kategori kurang berkelanjutan, hal ini disebabkan oleh fasilitas pendukung nelayan yang belum memadai, kondisi sarana dan prasarana yang memerlukan perbaikan, pengelolaan sampah yang kurang baik dan infrastruktur mitigasi bencana yang masih kurang.



Abstract

Simeulue Regency is a regency surrounded by oceans with the majority of the population having a livelihood as fishermen so that many settlements are located on the coast. Many people depend on their livelihoods in the area where they live, but the condition of fishermen settlements in Suka Maju Village is generally not good. This can be seen from the unmaintained infrastructure and lack of supporting facilities for fishermen. This condition is not in accordance with the principle of sustainable development, which integrates three aspects: economic, social and environmental. The national SDGs agenda is one form of government action to realize sustainable fishermen settlements. This research aims to assess the level of sustainability of fishermen settlements in Suka Maju Village using the Multidimensional Scaling analysis technique. The results of this study show that the sustainability index of settlements in Suka Maju Village can be categorized as less sustainable with a value of 38,72. The value of each dimension is unsustainable in the economic dimension with a value of 13,30, less sustainable in the environmental dimension with a value of 40,21, and quite sustainable in the social dimension with a value of 62,65. This shows that the economic dimension has the lowest level of sustainability, unsustainability in the economic dimension is caused by the inactivity of village cooperatives, low income and savings rates, and almost all fishermen do not have side jobs. The environmental dimension also falls into the less sustainable category, this is due to inadequate fishermen support facilities, the condition of facilities and infrastructure that require improvement, poor waste management and lack of disaster mitigation infrastructure.



    SERVICES DESK