Ayam broiler adalah istilah untuk menyebut strain ayam hasil teknologi budidaya yang memiliki karakteristik ekonomis, dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, konversi pakan irit, siap dipotong pada usia relatif muda, serta menghasilkan daging berkualitas serat lunak. selama ini, peternakan broiler menggunakan antibiotik dalam pakan sebagai imbuhan pakan untuk memacu pertumbuhan sebagai antibiotic growth promoters (agp), selain untuk mengatasi permasalahan penyakit. namun penggunaan agp dalam pakan unggas dapat meninggalkan residu pada produk ternak seperti daging dan telur serta menimbulkan resistensi antibiotik yang membahayakan konsumen, sehingga penggunaannya telah dilarang sejak 1 januari 2018 oleh kementerian pertanian republik indonesia yang disebutkan dalam pasal 16 permentan no. 14/2017 tentang klasifikasi obat hewan. dalam upaya meningkatkan produktivitas ternak, imbuhan pakan saat ini mulai beralih pada penggunaan berbagai tanaman herbal yang dikenal sebagai imbuhan pakan fitogenik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah, daun jamblang, dan daun afrika dalam air minum sebagai penganti antibiotik terhadap berat dan persentase karkas dan giblet ayam broiler. penelitian ini dimulai dari pembuatan ekstrak etanol sebagai imbuhan pakan yang dilakukan di laboratorium ilmu nutrisi, teknologi dan hijauan pakan fakultas pertanian universitas syiah kuala, darussalam. selanjutnya untuk pemberian ekstrak etanol sebagai imbuhan pakan dilakukan pemeliharaan ayam broiler selama 30 hari pada peternakan rakyat yang berlokasi di desa lambaro skep. penelitian ini dilaksanakan 20 april – 20 mei 2024. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan 4 (empat) perlakuan dan 5 (lima) ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan. perlakuan terdiri atas p0 kontrol (air minum tanpa pemberian ekstrak herbal), p1 (0,1 % ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah dalam air minum), p2 (0,1 % ekstrak daun jamblang dalam air minum) dan p3 (0,1 % ekstrak daun afrika dalam air minum). setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (anova) dengan bantuan spss dan jika dari analisis tersebut didapatkan hasil yang berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah, daun jamblang, dan daun afrika sebagai imbuhan pakan pada air minum ayam broiler tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap berat dan persentase karkas ayam broiler dengan umur 30 hari. berat potongan karkas (dada, dan punggung) serta berat dan persentase giblet (hati, jantung, dan gizzard) tidak berbeda nyata (p>0,05) akibat pemberian ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah, daun jamblang, dan daun afrika, kecuali pada berat dan persentase sayap didapat perbedaan yang sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI SUPLEMENTASI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBLANG, DAUN AFRIKA, DAN RIMPANG LEMPUYANG GAJAH SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIK TERHADAP BERAT DAN PERSENTASE KARKAS DAN GIBLET AYAM BROILER. Banda Aceh Fakultas Pertanian Peternakan (S1),2024
Baca Juga : PENGGUNAAN FEED ADDITIVE DARI BERBAGAI HERBAL SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIK TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER (JOE SATRIANDI, 2024)
Abstract
Broiler chicken is a term to refer to a strain of chicken resulting from cultivation technology that has economic characteristics, with the characteristics of fast growth as a meat producer, economical feed conversion, ready to be slaughtered at a relatively young age, and producing soft fiber quality meat. So far, broiler farms use antibiotics in feed as feed additives to stimulate growth as antibiotic growth promoters (AGP), in addition to overcoming disease problems. However, the use of AGP in poultry feed can leave residue in livestock products such as meat and eggs and cause antibiotic resistance which endangers consumers, so its use has been prohibited since January 1 2018 by the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia as stated in article 16 of Minister of Agriculture No. 14/2017 concerning Classification of Veterinary Medicines. In an effort to increase livestock productivity, feed additives are now starting to shift to the use of various herbal plants known as phytogenic feed additives. This study aims to determine the effect of adding ethanol extract of lempuyang elephant rhizome, jamblang leaves, and a bitter leaves to drinking water as a substitute for antibiotics on the weight and percentage of broiler chicken carcasses and giblets. This research started with the manufacture of ethanol extract as a feed additive which was carried out at the Laboratory of Nutrition, Technology and Forage Science, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam. Furthermore, to provide ethanol extract as a feed additive, broiler chickens are reared for 30 days on a people's farm located in Lambaro Skep Village. This research was conducted April 20 – May 20 2024. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 (four) treatments and 5 (five) replications, so that 20 experimental units were obtained. Treatment consisted of control P0 (drinking water without herbal extract), P1 (0.1% ethanol extract of lempuyang Gajah rhizome in drinking water), P2 (0.1% jamblang leaf extract in drinking water) and P3 (0.1% Bitter leaves extract in drinking water). Each treatment consisted of 5 replications so that 20 experimental units were obtained. The data obtained was analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with the help of SPSS and if the results obtained from this analysis had a real effect, then it was continued with the Duncan Multiple Range Test. The results of the study showed that the administration of ethanol extract of lempuyang elephant rhizome, jamblang leaves and bitter leaves as a feed additive in the drinking water of broiler chickens had no significant effect (P>0.05) on the weight and carcass percentage of broiler chickens aged 30 days. The weight of carcass cuts (breast and back) as well as the weight and percentage of giblets (liver, heart and gizzard) were not significantly different (P>0.05) due to the administration of ethanol extract of lempuyang elephant rhizome, jamblang leaves and bitter leaves, except for weight and the percentage of wings showed very significant differences (P
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN PREBIOTIK IMMUNO FORTE DENGAN LEVEL BERBEDA TERHADAP BERAT DAN PERSENTASE KARKAS AYAM BROILER (Jaunul Abdillah, 2016)