Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MUHAMMAD TEGAR LASE, KAJIAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2024

Kecamatan kutalimbaru merupakan salah satu wilayah yang memiliki populasi ternak kambing di kabupaten deli serdang yang cukup potensial. tujuan manajeman pemeliharaan bagi masyarakat adalah sebagai usaha sampingan, tabungan jangka pendek dan jangka panjang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aspek teknis pemeliharaan ternak kambing di kecamatan kutalimbaru. penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan mulai tanggal 10 mei sampai 10 juni di kecamatan kutalimbaru kabupaten deli serdang, terdiri dari 4 desa (lau bakeri, perpanen, sampe cita, pasar x). penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 100 peternak kambing peranakan etawa dengan menggunakan kuesioner, data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung melalui survei dan wawancara dengan peternak, sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas pertanian kabupaten deli serdang. parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kajian aspek teknis pemeliharaan kambing peranakan etawa di kecamatan kutalimbaru antara lain, aspek pemuliaan dan reproduksi, pakan, tatalaksana pemeliharaan, kesehatan, kandang dan perlengkapan. teknik pengambilan sampel dan penentuan jumlah sampel dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan dua desa yang memiliki populasi peternak kambing paling banyak dan paling sedikit di kecamatan berdasarkan data dari dinas pertanian tahun 2022. data yang didapat diolah dengan menghitung persentase skor kemudian dibandingkan dengan kategori yang ditetapkan direktorat jendral peternakan 1994. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan ternak kambing peranakan etawa yang diperoleh di kecamatan kutalimbaru adalah 40,21% diantaranya penerapan aspek teknis pemuliaan dan reproduksi 37,81%, aspek pakan 33,57%, aspek tatalaksana pemeliharaan 56,20%, aspek kesehatan 39,50%, aspek kandang dan perlengkapan 52,09%. hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan kambing peranakan etawa di kecamatan kutalimbaru belum sesuai dengan pedoman direktorat jendral peternakan 1994.



Abstract

Kutalimbaru District is one of the areas that has a potential population of goats in Deli Serdang Regency. The purpose of maintenance management for the community is as a side business, short-term and long-term savings. This research aims to determine the application of technical aspects of goat farming in Kutalimbaru District. This research was carried out for 1 month from 10 May to 10 June in Kutalimbaru District, Deli Serdang Regency, consisting of 4 villages (Lau Bakeri, Perpanen, Sampe Cita, Pasar X). This research used a survey method of 100 Etawa crossbreed goat breeders using a questionnaire, the data collected consisted of primary data and secondary data. Primary data was obtained from direct observations through surveys and interviews with breeders, while secondary data was obtained from the Deli Serdang District Agriculture Service. The parameters observed in this research are a study of the technical aspects of raising Etawa crossbreed goats in Kutalimbaru District, including aspects of breeding and reproduction, feed, maintenance management, health, cages and equipment. The sampling technique and determining the number of samples was carried out deliberately with consideration of the two villages that have the largest and lowest population of goat breeders in the District based on data from the 2022 Agriculture Service. The data obtained was processed by calculating the percentage score and then compared with the categories determined by the Directorate General Animal Husbandry 1994. The results of the study showed that the application of technical aspects of raising Etawa crossbreed goats obtained in Kutalimbaru District was 40.21%, including the application of technical aspects of breeding and reproduction 37.81%, feed aspects 33.57%, maintenance management aspects 56.20%, aspects health 39.50%, cage and equipment aspects 52.09%. It can be concluded that the implementation of the technical aspects of rearing Etawa crossbreed goats in Kutalimbaru District is not in accordance with the 1994 Directorate General of Animal Husbandry guidelines.



    SERVICES DESK